Kapoera, dalam Bahasa Inggris ditulis capoeira. Saya sangat tertarik dengan kapoera karena gerakan-gerakan akrobatikya, dan terlebih lagi setiap para praktisi kapoera sudah mulai berkumpul untuk melakukan jogo (permainan), yaitu dua orang pemain saling berhadapan dimana seluruh rekannya berkumpul membentuk lingkaran (roda) sambil memainkan musik yang khas, wow...rasanya sangat senang melihat pertunjukan mereka. Yang unik, mereka berhadapan bukan untuk saling melukai, tapi saling menghindar dan menunjukkan teknik-teknik akrobatik yang membutuhkan kekuatan dan kelenturan luar biasa. Teman saya sempat mengajarkan beberapa teknik dan iseng-iseng saya coba praktekkan, dan hasilnya...susah sekali! Dia hanya tertawa melihat rangkaian kegagalanku, hehehe.
Sekilas sejarah, kapoera adalah bela diri yang dikembangkan oleh para budak dari Afrika di Brazil yang didatangkan oleh orang-orang Portugis. Tekanan yang dihadapi oleh budak-budak inilah yang membuat mereka akhirnya mengembangkan cara untuk melawan dengan tangan kosong. Setelah masa perbudakan berakhir, para budak akhirnya menjadi tidak punya pekerjaan dan akhirnya membentuk atau bergabung dengan geng kriminal. Mereka tetap berlatih kapoera. Kapoera sempat dilarang di Brazil pada tahun 1892. Namun berangsur-angsur kapoera tidak lagi dilarang sampai puncaknya, Mestre Bimba (Manuel dos Reis Machado), seorang ahli kapoera diundang untuk memperagakan kapoera di depan presiden pada tahun 1937. Dia lalu diijinkan untuk membuka sekolah kapoera pertama di Brazil, dan kapoera akhirnya diakui sebagai olahraga nasional. Sejak itu perkembangan kapoera meningkat dan menyebar ke seluruh dunia.
Ada yang beranggapan kapoera hanya sekedar olahraga, ada juga yang menganggap sebagai beladiri. Namun kita tidak perlu larut dalam perdebatan tentang kapoera tersebut, karena kapoera lebih dari sekedar perdebatan, perdebatan hanya untuk para penguasa (mungkin bisa dibaca: politisi) yang rela menusuk rekannya sendiri demi kepentingan pribadi, serta rela menyengsarakan rakyat (mungkin karena benar-benar muak melihat para politisi dan sok politisi di Indonesia berlaku demikian, jadinya kesal banget). Dalam kapoera, persahabatan dan saling menghargai di antara dua orang yang sedang ber-jogo merupakan hal yang utama, sambil mereka juga bisa menghibur sehingga mendatangkan kesenangan bagi orang yang menontonnya. Jadi pilih mana, menjadi capoeiristas atau politisi? (I prefer to be a capoeristas).
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment