Wednesday, February 21, 2007

Bergulat Dengan Kesibukan

Sudah lama saya tidak menulis di blog ini, banyak faktor yang bisa dijadikan alasan, salah satunya alasan klasik yaitu kesibukan. Sibuk...ah bisa saja, kerja saja belum apalagi berumah tangga, gaya thok! :)

Dalam beberapa pekan sangat banyak kejadian yang saya simak ataupun terlibat langsung. Dalam panggung politik, saya hanya bisa menjadi penikmat teater nyata yang masih tidak karuan. Ah... Indonesia... masih belum selesai aja masalah-masalahnya, saya tidak akan kaget kalau parodi Republik Mimpi bisa mencapai 1000 episode, mereka mempunyai bahan tertawaan seabrek.

Yang paling mengusik otak ini terutama masalah stok beras. Negara ini terkenal sebagai negara agraris, mata pencahararian sebagaian besar penduduknya adalah petani (setidaknya itu yang telah disamapaikan guru PMP saya dulu, apa mungkin sudah direvisi dan saya tidak tahu ya?). Negara sampai mengimpor beras, rakyat mengantri untuk mendapatkan beras murah, dan tidak mudah tentunya, banyak yang tidak kebagian padahal sudah mengantri. Kalau urusan perut masih bermasalah, produktivitas rakyat untuk berkarya masih jauh panggang dari api, saya pernah mendengar ungkapan kira-kira berbunyi, "Logika berjalan asal logistik terpenuhi." Setuju 100% !

Parade kejadian semacam ini membuat kita sudah kebal akan berita bencana, kita tidak kaget lagi jika mendengar ada bencana yang menelan korban jiwa, pertanyaan yang menyusul berikutnya biasanya, "Berapa korban yang jatuh? 2 orang saja..oh syukurlah." APA! nya manusia sudah demikian tidak berharga lagi, ya mungkin karena itu tadi kita sudah terus dijejali berita-berita bencana yang ironisnya membuat kita sudah biasa, karena yang para pemimpin itu tidak menyelesaikannya dengan benar, sehingga kita kecewa dan cenderung membiarkan saja, sudah mati rasa, sudah kecewa, wajar... urusan karena urusan perut sendiri menjadi makin tidak jelas, kabur... Kebohongan yang diucapkan seribu kali akan menjadi kebenaran.

Namun hidup harus terus berlanjut, saya banyak bertemu dengan orang-orang yang berkarya dengan sangat nyata di kota Malang yang tercinta ini, yang ingin mempersembahkan karya-karyanya dengan berbagai cara dan gaya masing-masing, mungkin tidak untuk orang banyak, hanya orang-orang terdekat yang ruang lingkupnya tidak besar, namun lebih efektif sekiranya, setidaknya dari yang kecil itu bisa meluas. Ayo berkarya terus kawan-kawan! :)



No comments: