Thursday, March 15, 2007

Di Warung STMJ Kita Berkisah...

Ngobrol santai merupakan aktivitas yang sangat menyenangkan. Pembicaraannya yang terjadi terkadang serius, namun dengan suasana yang rileks. Tempatnya, dimana saja. Di warung atau kafe menjadi salah satu tempat favorit. Para pengelola kafe dibuat berpikir kreatif untuk menyediakan suasana yang nyaman, tidak lupa makanan dan minuman yang pas di lidah. Kita tinggal pilih mana yang sesuai dengan selera dan kantong kita, dari yang paling mahal serta kelas mahasiswa penunggak biaya kos berbulan-bulan.
Di Malang, saya salah satu tempat yang favorit saya untuk ngobrol adalah warung STMJ. Susu, madu, telur, jahe, dipadukan jadi satu. Bisa juga kita hilangkan salah satu elemen STMJ kalau tidak cocok dengan selera, yang jelas susu harus ada sebagai benda cairnya (bisa menjadi SMJ, STJ, STM, SJ, SM, ST, atau S saja). Kapan pertama kali STMJ ditemukan atau siapa yang meramu masih belum saya ketahui. Perkawinan yang tepat antara suasana dingin kota Malang di malam hari dengan hangatnya STMJ sangat pas untuk menemani pembicaraan.

Tempat warungnya sederhana, di tepi jalan, mungkin tidak tepat juga kalau disebut warung, yang jelas tempat seperti ini tersebar di seluruh Malang. Para pencari suasana santai berdatangan ke tempat-tempat ini.

Apa yang dibicarakan? Macam-macam. Terkadang seluk-beluk kampus (bagi yang mahasiswa), mengomentari nilai yang diberi dosen kepada kita sebagai simbolisasi bodoh-pintarnya mahasiswa, kebijakan-kebijakan kampus, aktivitas mahasiswa, hujat-menghujat dosen (hahaha) dan sebagainya. Canda-tawa tak lepas dari topik-topik yang dibicarakan, hal yang mengendurkan urat-urat yang kaku setelah aktivitas sehari-hari.

Topik lain? Kondisi negara. Mulai dari mengomentari peristiwa politik yang terjadi, kebijakan pemerintah, bencana alam, kondisi sosial, perekonomian, pertahanan negara. Misalnya menanggapi harga beras yang naik, pertama yang dibahas apakah harga nasi di warung akan ikut naik, berbagai prediksi pun bermunculan, menebak-nebak segala kemungkinan yang akan terjadi, soalnya ini persoalan kongkrit, bersentuhan langsung dengan perut, setelah itu baru dibahas isu politiknya.

Berbagi pengalaman hidup juga menjadi topik unggulan, dijamin akan mendapatkan pendengar setia. Mendengar dengan hati juga merupakan bentuk komunikasi yang baik katanya.

Tak jarang ide-ide atau inspirasi pun bermunculan, mengalir begitu saja. Inspirasi bisa datang kapan saja dimana saja. Dari sesuatu yang tidak direncanakan menjadi serius digarap. Si Newton duduk dibawah pohon apel saja bisa menjadi merumuskan hukum gravitasi.

Sekedar nongkrong sambil menikmati minuman adalah kegiatan mengisi waktu luang yang belum tentu wasting time, kita bisa rileks namun juga bisa serius. Tempatnya silahkan pilih sesuai selera masing-masing. Tapi kalau sempat silahkan coba sambil minum STMJ di Malang : )

No comments: