Wednesday, April 25, 2007

Di Salah Satu Sudut Kota Malang


Untung Rezim Orde Baru sudah menjadi lembaran lama. Kalau tidak, toko buku mini ini sudah diobrak-abrik atau diawasi intel saban hari. Tulisan Pancasila di dindingnya diplesetkan sedemikian rupa menjadi hamunan. Sang pemilik toko buku hanya cengar-cengir.

Saat sistim hukum masih tebang pilih dan kinerja pemerintah jauh api dari panggang, beginilah ekspresi mereka. Wajar-wajar saja saya rasa, mereka tidak bikin kisruh kok, apalagi sampai membakar diri seperti aksi-aksi protes yang biasa dilakukan oleh demonstran di Korea Selatan atau kelompok biksu di Vietnam saat Perang Vietnam, belum sejauh itu.

Mereka hanya berusaha menyampaikan dengan cara mereka, banyak cara untuk menyampaikan pendapat dan kritik bukan. Kalau punya dukungan dan konsep lebih menarik bisa lewat televisi seperti acara parodi politik Republik Mimpi yang disiarkan Metro TV.

Terus bagaimana cara saya menyampaikan pendapat? Mungkin lewat blog ini salah satunya, mengangkat kepada teman-teman pembaca mereka yang berekspresi. Ada yang mau berbagi pengalaman? :)

No comments: