<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6460735610748174335</id><updated>2011-04-22T04:30:25.024+07:00</updated><title type='text'>Tulisan Nyengir</title><subtitle type='html'>Meskipun belum tentu ada yang lucu, tapi..tersenyumlah! senyum itu indah :)</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://coffee-war.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6460735610748174335/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coffee-war.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Winto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11706719929237688694</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>26</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6460735610748174335.post-2191866570834863198</id><published>2007-06-25T10:38:00.001+07:00</published><updated>2007-06-25T10:46:20.781+07:00</updated><title type='text'>SEKEPING POTRET PENDIDIKAN BANGSAKU</title><content type='html'>Sabtu 16 Juni kemarin, saya melihat di jalan sekelompok anak SMU dengan pakaian yang sudah tercorat-coret, mereka merayakan kemenangannya karena dinyatakan lulus ujian nasional. Di sisi jalan lain juga sama saja. Hari itu adalah hari perayaan. Memang sejak standar kelulusan ujian nasional yang ditetapkan pemerintah dinaikkan, para siswa/i tidak semudah dulu lagi kalau mau lulus ujian. Waktu saya masih SMA dulu, ujian seperti formalitas saja, jarang sekali yang tidak lulus. Dan ujian nasional ini memang masih mendapat banyak kritikan dari para pakar pendidikan, dari Imam Prasojo sampai artis Sophia Latjuba ikut memperjuangkan mereka yang tidak lulus tahun kemarin. Tahun ini...kita lihat saja apa lagi yang menjadi masalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan belum berakhir. Mereka harus siap-siap masuk perguruan tinggi lagi. Ngejar ijasah lagi. Ah, saya lalu merefleksikan ke diri saya sendiri. Sekarang tahun kelimaku kuliah. Seharusnya sudah lulus. Tapi saya telat menyelesaikan kuliah. Harus ngejar nih.&lt;br /&gt;Dulu saya senang bisa diterima di perguruan tinggi negeri (saya kuliah di Unibraw Malang), bergengsi katanya. Tapi, begitu merasakan sistim pendidikan yang ternyata sama saja, tidak karuan, saya jadi tidak bersemangat. Entah sudah berapa banyak tugas membuat yang sudah diberikan ke kami mahasiswa, hanya sekedar formalitas agar jadi pertimbangan nilai akhir. Dibaca atau tidak, &lt;em&gt;embuh&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu dari semua itu kita diganjar nilai yang katanya merepresentasikan bodoh-pintarnya, berprestasi-gobloknya mahasiswa. Ya itulah ukuran dari universitas untuk kita.&lt;br /&gt;Belakangan saya agak terjebak dengan rutinitas akademis. Bosan. Tujuannya untuk mengejar nilai, bukan ilmu. Saya jadi ingin ke tempat sahabat sekaligus guru saya, pak Rianto, seorang kakek :) yang jenaka dengan beda usia 31 tahun dari usia saya. Seperti dalam buku Tuesday With Morrie, beliau saya anggap sosok dosen sejati, dosen kehidupan, berjiwa muda, tidak konservatif, pemikir independen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu hari itu juga, di Kompas ada artikel seorang keluarga tidak mampu berjuang untuk menyekolahkan anaknya, nekat, sampai akhirnya keluar dari sekolah karena tidak mampu membayar. Pendidikan masih begitu diidamkan oleh mereka, berharap agar kelak anak mereka bisa menjadi berguna setidaknya buat keluarga, syukur-syukur untuk bangsa dan negara juga.&lt;br /&gt;Pendidikan di negeri ini begitu berantakan, mahal, syukur-syukur kalau benar-benar mendidik. Di IPDN pelajar yang masuk malah menjadi buas sampai tega memukul juniornya.&lt;br /&gt;Inilah potret pendidikan di negeriku... kusut dan sampai hari ini saya tidak tahu dimana peran pemerintah selain hanya memberi ijasah. Bisakah dibenahi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya lalu membaca kembali novel Saman-nya Ayu Utami. Ada pernyataan &lt;em&gt;It is better to light the candle than just curse the darkness&lt;/em&gt;. Maknanya, terus berusaha! Gitu kali :)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6460735610748174335-2191866570834863198?l=coffee-war.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coffee-war.blogspot.com/feeds/2191866570834863198/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6460735610748174335&amp;postID=2191866570834863198' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6460735610748174335/posts/default/2191866570834863198'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6460735610748174335/posts/default/2191866570834863198'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coffee-war.blogspot.com/2007/06/sekeping-potret-pendidikan-bangsaku.html' title='SEKEPING POTRET PENDIDIKAN BANGSAKU'/><author><name>Winto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11706719929237688694</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6460735610748174335.post-888464245111735622</id><published>2007-05-29T13:18:00.000+07:00</published><updated>2007-05-29T13:29:43.776+07:00</updated><title type='text'>Dunia Ramal-Meramal</title><content type='html'>Masa depan adalah tidak tentu, penuh misteri, dan mungkin karena itu banyak yang jadi penasaran karenanya. Seseorang jadi semakin penasaran lagi karena ternyata ada beberapa orang yang konon bisa melihat masa depan. Mereka yakin, setidaknya jika dibacakan masa depannya mereka bisa lebih tenang, atau malah sebaliknya, makanya butuh kesiapan mental juga dari seseorang yang akan diramal, begitu katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Omong-omong soal itu, saya pernah diramal setidaknya oleh dua orang, juga pernah menjadi...TUKANG RAMAL!. Yang pertama dengan cara Feng Shui. Beliau menampik kalau dikatakan meramal, tapi membaca kondisi saja serta potensi-potensi kita. Okelah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggal, bulan, tahun dan jam lahir saya diminta. Lalu dimasukkan semua data itu ke komputer. Sekali lagi dia mempertegas, “Feng Shui itu ilmu, hitungan murni, bukan menggunakan indera ke-enam.” Okelah. Setelah itu keluarlah sejumlah data ala Feng Shui di komputer. “Nah sudah ketahuan semua, siapa anda sebenarnya!,” tegasnya dengan sangat yakin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begini analisanya. Pertama, saya dikatakan seorang pemimpin, tidak akan bisa bekerja untuk seseorang karena tidak akan pernah cocok, kalau pun bekerja untuk orang rejeki saya nantinya malah untuk orang itu. &lt;i&gt;Eman-eman&lt;/i&gt;, mending aku kerja sendiri. &lt;i&gt;Not bad&lt;/i&gt;, usul yang bagus, negara ini butuh banyak para wirausahawan katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, untuk menunjang itu semua saya disarankan memakai asesoris logam seumur hidupku, katanya unsur logam saya sangat sedikit hampir tidak ada. Yang ini berbau ‘mistis’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, saya adalah orang dengan banyak ide, namun tidak pernah merealisasikannya, lalu disarankan untuk menuangkan semua isi kepala saya ke dalam bentuk tulisan, jangan didiamkan begitu saja. Oke, saran ini masih bisa diterima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, kesehatan saya rawan di daerah paru-paru. Oh, sedemikian detailnya. Padahal saya bukan seorang perokok. Atau mungkin tiba-tiba ketularan TBC, bisa jadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima, dalam dunia perjodohan saya akan mengalami saat-saat yang sangat romantis dan tidak ada halangan berarti. Semoga benar adanya :D Demikian analisis ahli Feng Shui itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di lain kesempatan saya diramal tukang ramal yang kedua dengan cara agak unik. &lt;i&gt;Full&lt;/i&gt; mistis kalau yang ini (katanya bisa berkomunikasi dengan mahluk lain). Dan sarannya pun juga unik, seunik metoda ramalnya. Saya disarankan harus punya adik perempuan untuk menunjang nasib baik saya. Titik. Selesai. Hanya demikian tanpa saran yang berarti. Saya adalah kakak dari dua adik lelaki. Kami semua sudah dewasa dan ibu saya tidak mungkin punya anak lagi. Yang ini super ngawur, lebih baik saya mencari mantu yang baik untuk ibu saya daripada nyari adik perempuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu saya pernah juga menjadi tukang ramal dadakan, dengan pasien wanita semua (hehe). Ceritanya suatu kali saya membaca sekilas buku palmistri, metoda pembacaan jalan hidup dengan menelisik guratan-guratan di telapak tangan. Garis-garis tersebut merepresentasikan rejeki, kesehatan, kecerdasan, watak, dan...jodoh (ini pertanyaan populer, pasien biasanya berputar-putar dahulu sebelum menanyakan hal ini).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iseng lah saya melihat garis tangan kawan saya, mahasiswi kedokteran, tanpa maksud untuk meramal, tanpa memenyentuh tangannya sedikitpun. Ada  dua kawannya juga yang semua berstatus sama waktu itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa sangka reaksinya berlebihan. Saya diminta meramal! Ampun! Saya katakan saya tidak punya kemampuan seperti itu. Tapi tetap didesak. Minimal ada masukan, masak tidak bisa. Harus! Apa boleh bikin. Saya buat analisa sendiri, mengira-ngira berdasarkan watak orang tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jangan lupakan keluarga, mereka penunjang agar karirmu mulus.” Lalu keluar lagi masukan sok bijak, “Dalam berumah-tangga nanti kamu yang akan dominan, jadi hati-hati harus seimbang.” Sepertinya masukan saya diamini, bisa diterima, “Ooooo....begitu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan tugas saya belum selesai karena dua pasien lain makin penasaran dengan masukan sok bijak. Kamu harus ini, jangan lupakan ini, waspada terhadap ini. Masukan standar, seperti memberi saran kalau kamu lapar makanlah, kalau haus minumlah, dan kalau cape tidur sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya berpikir, sebenarnya ramalan bukanlah hal yang mutlak adanya. Misalnya jika Mama Lauren mengatakan akan banyak kecelakaan transportasi, maka ini akan sangat bagus jika disikapi sebagai peringatan, lalu berbenah agar mencegah itu terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi sebenarnya untuk hal-hal demikian kita tidak butuh jasa seorang peramal pun untuk memberi peringatan. Sudah demikian tumpulkah daya pikir kita sehingga harus memakai jasa ahli nujum untuk memberi peringatan. (Tapi kok pernah diramal?)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kalau memang ramalan pasti benar, saya rela membayar mahal kepada seorang peramal untuk memastikan skor pertandingan sepak bola, lalu ikut bertaruh. (Bodoh ya, kalau dipikir-pikir, ngapain peramal itu masih mau cari uang dengan jadi peramal sementara dia bisa jadi milyuner lewat berjudi ke Las Vegas, hahaha).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada-ada saja.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6460735610748174335-888464245111735622?l=coffee-war.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coffee-war.blogspot.com/feeds/888464245111735622/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6460735610748174335&amp;postID=888464245111735622' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6460735610748174335/posts/default/888464245111735622'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6460735610748174335/posts/default/888464245111735622'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coffee-war.blogspot.com/2007/05/dunia-ramal-meramal.html' title='Dunia Ramal-Meramal'/><author><name>Winto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11706719929237688694</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6460735610748174335.post-9168187205158026858</id><published>2007-05-28T10:53:00.000+07:00</published><updated>2007-05-28T11:00:25.645+07:00</updated><title type='text'>Kepercayaan Ini-Itu</title><content type='html'>Pernah suatu kali waktu saya naik pesawat kebetulan di sebelah saya duduk seorang mahasiswi yang menempuh studi di Jogja. Wah seru nih. Tidak juga. Dia lalu mengajak aku ngobrol. Tapi ujung-ujungnya dia lalu mengambil lembaran yang terselip di bangku depan bagian belakang, ternyata isinya panduan doa. Lengkap panduan doa lima agama disana. Lalu dia tanya kamu berdoa dengan cara mana. Pertanyaan kuno banget bagi saya. Tapi ya harus dijawab, dan jawaban saya tidak satu pun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hehe, saya sudah berapa kali membuat orang kaget atas jawaban saya. Tapi dengan begitu dia justru dengan leluasa menceritakan pengalaman-pengalaman spiritualnya dalam berasosiasi dengan salah satu kategori kepercayaan itu tanpa harus merasa menyinggung saya. Saya katakan saya sangat menghargai semua tokoh-tokoh agama. Lalu saya bercerita tentang Anthony De Mello. Senanglah dia. Eits, tapi saya lalu bercerita tentang Alm. Munir, Dalai Lama, Gandhi dan Sufi juga. Ups, mimiknya sedikit berubah. Kena kau :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia juga minta dukungan doa atas seorang rohaniwannya yang meninggal, dan saya katakan pasti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu kecil, sekitar kelas 3 atau 4 SD, saya pernah dapat doktrin-doktrin aneh. Saya punya beberapa kartu dengan tokoh video game yang terkenal saat itu, Street Fighter. Saya punya gambarnya Dhalsim, yang memakai kalung tengkorak. Lalu ada juga tokoh Zangief, yang diceritakan asalnya dari Uni Soviet, negara komunis. Dan sepupu saya yang seumuran saya waktu itu menyuruh saya membakarnya, loh kenapa? Katanya berhubungan dengan simbol-simbol setan. Dan dengan bodohnya saya ikut saja, padahal saya senang sekali dengan Street Fighter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya juga pernah disuruh berhati-hati dengan sesuatu yang berhubungan dengan angka 666. Simbol setan lagi. Dan saya kembali takut. Guru saya katakan nanti saya bakalan dipanggang seumur hidup. Lalu waktu menjelang tanggal 9 bulan September 1999 juga dikatakan akan kiamat. 999 dibalik menjadi 666, Devil’s Day. Padahal kalau kiamat gampang saja, suruh saja Amerika dan Rusia meledakkan semua senjata perangnya yang paling maut, maka kekuatan ledakannya bisa menghancurkan tujuh bumi, kata Alm. Cak Nur satu ketika yang pernah saya dengar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada juga yang percaya kutukan sebuah angka. Orang C(h)ina sangat menghindari sesuatu yang berbau 4. Orang Eropa saat ini masih percaya dengan tahayul angka 13.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyangkut perjodohan, mereka yang merintih karena kesendiriannya begitu rajin melihat ramalan bintang tiap minggu. Ada juga yang rajin menghitung dan mencocok-cocokkan shionya dengan pasangannya. Shio ini cocok dengan shio itu. Zodiak ini cocok dengan zodiak itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dasar. Gitu kok dipercaya. Orang-orang di sekitar kita sangat gampang ditakut-takuti jika sudah menyangkut dunia transenden. Padahal mereka bisa saja dibodohi oleh pemangkunya itu.&lt;br /&gt;Lalu saya tetap ditanya, apa kepercayaanmu? Hehe, saya hanya tersenyum, biarlah itu menjadi urusan saya, karena apapun agama saya (mungkin tidak beragama dan tidak berTuhan) saya tidak akan membuat rusuh atau membuat kelompok baru penyebar paham-paham. Tidak akan, karena tidak berguna, setidaknya bagi saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;"Agama saya sederhana yaitu agama kebaikan.”&lt;br /&gt;(Dalai Lama XIV)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku mencintaimu ketika aku bersujud di masjid, bersimpuh di kuil,&lt;br /&gt;bersembahyang di gereja, karena kamu dan aku anak-anak dari satu agama, dan&lt;br /&gt;itulah jiwa.”&lt;br /&gt;(Kahlil Gibran)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya Allah, jika aku menyembah-Mu, karena takut pada neraka, maka&lt;br /&gt;bakarlah aku di dalam neraka. Dan jika aku menyembah-Mu karena mengharapkan&lt;br /&gt;surga, campakkanlah aku dari dalam surga. Tetapi jika aku menyembah-Mu, demi&lt;br /&gt;Engkau,janganlah Engkau enggan memperlihatkan keindahan wajah-Mu, yang Abadi&lt;br /&gt;kepadaku.”&lt;br /&gt;(Rabi'ah Al-Adawi'yah )&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6460735610748174335-9168187205158026858?l=coffee-war.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coffee-war.blogspot.com/feeds/9168187205158026858/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6460735610748174335&amp;postID=9168187205158026858' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6460735610748174335/posts/default/9168187205158026858'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6460735610748174335/posts/default/9168187205158026858'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coffee-war.blogspot.com/2007/05/kepercayaan-ini-itu.html' title='Kepercayaan Ini-Itu'/><author><name>Winto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11706719929237688694</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6460735610748174335.post-1780360775725971213</id><published>2007-05-23T13:43:00.000+07:00</published><updated>2007-05-23T13:44:57.120+07:00</updated><title type='text'>Tolong Jangan Gunakan Kekerasan (Lagi)</title><content type='html'>&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;KARENA MEREKA JUGA BISA MERASAKAN SAKIT DAN PUNYA PERASAAN&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menakutkan dan memprihatinkan memang, &lt;a href="http://www.detiksurabaya.com/index.php/detailberita.main/y/2007/m/05/d/23/tts/111918/idkanal/466/idnews/783908"&gt;saat perbedaan pendapat disikapi dengan cara yang memancing kekerasan&lt;/a&gt;. Dalihnya pun sederhana, hukum kita seperti macan ompong! Lihat saja mereka para koruptor yang melarikan uang negara tidak pernah diadili. Setuju. Juga siapa yang berani menyeret para pelanggar hukum yang pernah memegang jabatan strategis di pemerintahan seperti presiden, menteri atau jendral ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setuju kawan, setuju. Tapi saya yakin cara-cara yang menggunakan kekerasan bukan solusi tepat-guna juga, karena proses ini akan berulang terus, bisa jadi skalanya makin besar, dan yang menjadi korban adalah mereka yang juga tidak tahu-menahu apa yang kita lakukan. Gandhi pernah bilang mata dibalas mata hanya membuat kita buta. Dan batin kita pun ikut buta...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawan setuju akan ketidakadilan yang melanda di muka bumi ini kan? Kawan menentang Amerika dengan begitu kuatnya, atas segala kelalimannya. Setuju kawan, setuju. Mereka hanya sepersekian dari penduduk bumi, namun konsumsi energi yang digunakan mereka serta emisi yang mereka muntahkan untuk keperluan konsumsi mereka menyebabkan seluruh dunia ini, bahkan mereka yang tidak pernah merasakan nikmatnya menggunakan energi bumi ini, harus bersiap terkena resiko kanker kulit. Mereka mungkin masih punya 1001 cara untuk melindungi warga mereka, namun bagaimana dengan mereka di negara yang miskin di Afrika sana misalnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya setuju atas pandangan kawan tentang ketidakadilan. Oleh karena itu, saya sangat berharap agar kawan tidak ikut-ikutan menjadi sumber ketidakadilan, agar kawan tidak seperti Amerika yang kawan dan kita semua tentang atas ketidakadilan yang mereka perbuat, iya kan, kawan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawan, saudaraku, saya tidak bermaksud menggurui kawan, apalah artinya satu orang ini dibandingkan dengan apa yang kawan sekalian perjuangkan. Namun, kawan, saya yakin kawan mampu mengajak kita semua menjadi khafilah di muka bumi ini.&lt;br /&gt;Beberapa yang hari lalu kawan, saya melihat seorang anak kecil yang lugu, dia tampak begitu senang berjalan dengan orang tuanya. Dia lalu tersenyum untuk saya yang tidak pernah dikenalnya. Setidaknya saya merenung, jangan ambil senyum-senyum ini dari mereka yang mencintainya, mereka yang tidak tahu apa-apa atas semua ketidakadilan yang sudah menimpa kita. Setidaknya, saya butuh senyum itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6460735610748174335-1780360775725971213?l=coffee-war.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coffee-war.blogspot.com/feeds/1780360775725971213/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6460735610748174335&amp;postID=1780360775725971213' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6460735610748174335/posts/default/1780360775725971213'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6460735610748174335/posts/default/1780360775725971213'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coffee-war.blogspot.com/2007/05/tolong-jangan-gunakan-kekerasan-lagi.html' title='Tolong Jangan Gunakan Kekerasan (Lagi)'/><author><name>Winto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11706719929237688694</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6460735610748174335.post-3706207780931700290</id><published>2007-05-17T08:58:00.000+07:00</published><updated>2007-05-17T09:05:25.853+07:00</updated><title type='text'>Aku Benci Pertemuan Karena Sedih Akan Berpisah</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Sabtu 5 Mei 2007.. saya harus melepas kepergian sahabat baik saya, bahkan saudara, yang harus pulang kembali ke kampung halamannya, Medan. Studinya sudah selesai dengan gelar sarjana digenggaman, dan dia memilih untuk pulang kampung.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Saya tinggal satu pondokan, bahasa keren dari kos-kosan, dalam kurun 2 tahun. Kita tidak bisa memilih siapa yang akan masuk ke pondokan, dan 2 tahun lalu itu datang saudara yang satu ini, Frans namanya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pada dasarnya kami penghuni pondokan semua bersahabat baik. Saya tidak pernah memilah-milih teman, namun banyaknya kesesuaian pandangan, ide, pemikiran membuat seseorang lebih akrab satu sama lain.. mirip orang pacaran lah gitu :)&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tinggal satu pondokan membuat suasana seperti rumah sendiri dan diisi saudara-saudara berbagai daerah. Kebiasaan-kebiasaan yang baik dan buruk akan kelihatan semua, kami tinggal seatap, serumah, berinteraksi tiap hari, seperti keluarga.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Saya teringat jika kita menghabiskan malam dengan nonton bersama. Kalau nonton berita politik yang sedang hangat, maka komentar-komentar meluncur deras. Frans dan saya sangat seru jika berkomentar tentang ketentaraan :) konon banyak saudaranya yang memilih profesi tentara sebagai jalan hidupnya dan banyak sekali cerita-cerita ‘lucu’ mengenai pengalaman ketentaraan tersebut, disamping komentar lainnya yang usil. Apalagi kalau menonton komedi sejenis Empat Mata ramai-ramai, tempat kita jadi heboh sekali dengan tawa.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Saya juga teringat saat melakukan perjalanan bareng. Kami pernah ke Jogja 2 malam, ke tempat kenalan Frans pemilik Ayam Goreng Suharti Jogja, dan dijamu makan luar biasa enak dan banyak sekali! Belum lagi perjalanan ke Gunung Bromo dengan sepeda motor, lalu mendirikan tenda sambil menunggu matahari pagi. Dan masih banyak lagi. Kami senang berjelajah! &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Bicara soal kebiasaan, saya coba angkat sedikit kebiasaan Frans (maaf bang). Frans punya rekor bangun kesiangan, setiap bangun dan keluar dari kamar pasti teman-teman yang lain akan menertawakan, mengomentari usil dan memberi nasihat yang agak bijak bahwa jika begini terus kapan Indonesia bisa bangkit :)&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Semua itu bumbu-bumbu persaudaraan yang sebentar lagi akan hilang. Saya dengan teman mengantar ke bandara Abdulrahman Saleh di Malang. Sewaktu dia masuk untuk check-in teman saya berkata saya benci pertemuan karena sedih akan berpisah. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;....Pertemuan tidak bisa dihindari, dan setiap saat saya harus bersiap untuk bersedih. Akhirnya berpisah juga, pesawat sudah harus berangkat, melepas saudara yang tidak tahu kapan lagi akan bertemu, namun kami berjanji akan saling berkunjung.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Esok pagi, kamar itu sudah tidak berpenghuni lagi, hingga siang dia tidak keluar-keluar, ya.. penghuninya sudah pergi. Tidak ada lagi celetukan usil untuk seseorang yang bangun kesiangan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dan air mata pun menetes...&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6460735610748174335-3706207780931700290?l=coffee-war.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coffee-war.blogspot.com/feeds/3706207780931700290/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6460735610748174335&amp;postID=3706207780931700290' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6460735610748174335/posts/default/3706207780931700290'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6460735610748174335/posts/default/3706207780931700290'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coffee-war.blogspot.com/2007/05/aku-benci-pertemuan-karena-sedih-akan.html' title='Aku Benci Pertemuan Karena Sedih Akan Berpisah'/><author><name>Winto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11706719929237688694</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6460735610748174335.post-2983930465711771487</id><published>2007-04-25T18:47:00.001+07:00</published><updated>2007-04-25T19:53:11.747+07:00</updated><title type='text'>Belajar Sambil bermain</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt; &lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_uAMhgN30zqE/Ri9GL4uDdHI/AAAAAAAAABQ/eWH7SFCXQQw/s1600-h/IMG_0025.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5057338076578411634" style="CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_uAMhgN30zqE/Ri9GL4uDdHI/AAAAAAAAABQ/eWH7SFCXQQw/s320/IMG_0025.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak-anak ini sedang belajar bagaimana rasanya jika mereka yang dikurung dalam kandang kecil, tempat dimana kita biasanya mengandangkan satwa liar, satwa yang masih memiliki sifat-sifat liar dan biasanya dilindungi serta sudah hampir punah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demi uang, kita sebagai manusia menjadi terlalu tega untuk melakukan apa saja meskipun merugikan. Hutan kita babat sehingga habitat orangutan di Kalimantan makin terancam. Orangutannya sendiri kita ambil untuk diseludupkan ke luar negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Setidaknya sejak usia dini kesadaran untuk menghargai berbagai bentuk kehidupan sudah harus ditanamkan, agar kala dewasa nanti anak-anak tersebut tidak menjadi eksploitator satwa maupun lingkungan, setidaknya bertambah beberapa orang lagi yang siap memerangi eksploitasi satwa. Bermain sambil mendidik, anak-anak tersebut sangat menikmati, senyum lucu tidak lepas dari raut wajahnya, senyum keceriaan masa kanak-kanak.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#666666;"&gt;Lokasi: Petungsewu Wildlife Education Center (&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.p-wec.com/"&gt;&lt;span style="color:#666666;"&gt;P-WEC&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#666666;"&gt;), Petungsewu, Malang, Jawa Tim&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_uAMhgN30zqE/Ri9GeIuDdJI/AAAAAAAAABg/uMfmcvwiatQ/s1600-h/Maukah+Anda+Dikurung.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5057338390111024274" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 308px; CURSOR: hand; HEIGHT: 217px" height="156" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_uAMhgN30zqE/Ri9GeIuDdJI/AAAAAAAAABg/uMfmcvwiatQ/s320/Maukah+Anda+Dikurung.jpg" width="189" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;ur.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6460735610748174335-2983930465711771487?l=coffee-war.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coffee-war.blogspot.com/feeds/2983930465711771487/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6460735610748174335&amp;postID=2983930465711771487' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6460735610748174335/posts/default/2983930465711771487'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6460735610748174335/posts/default/2983930465711771487'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coffee-war.blogspot.com/2007/04/belajar-sambil-bermain.html' title='Belajar Sambil bermain'/><author><name>Winto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11706719929237688694</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_uAMhgN30zqE/Ri9GL4uDdHI/AAAAAAAAABQ/eWH7SFCXQQw/s72-c/IMG_0025.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6460735610748174335.post-8603900839128353960</id><published>2007-04-25T18:47:00.000+07:00</published><updated>2007-04-25T19:25:21.196+07:00</updated><title type='text'>Di Salah Satu Sudut Kota Malang</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_uAMhgN30zqE/Ri9BuYuDdGI/AAAAAAAAABI/q6oR3rTVBDs/s1600-h/Pancasila.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5057333171725759586" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 379px; CURSOR: hand; HEIGHT: 255px; TEXT-ALIGN: center" height="257" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_uAMhgN30zqE/Ri9BuYuDdGI/AAAAAAAAABI/q6oR3rTVBDs/s320/Pancasila.jpg" width="372" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Untung Rezim Orde Baru sudah menjadi lembaran lama. Kalau tidak, toko buku mini ini sudah diobrak-abrik atau diawasi intel saban hari. Tulisan Pancasila di dindingnya diplesetkan sedemikian rupa menjadi hamunan. Sang pemilik toko buku hanya cengar-cengir.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Saat sistim hukum masih tebang pilih dan kinerja pemerintah jauh api dari panggang, beginilah ekspresi mereka. Wajar-wajar saja saya rasa, mereka tidak bikin kisruh kok, apalagi sampai membakar diri seperti aksi-aksi protes yang biasa dilakukan oleh &lt;a href="http://www.fspi.or.id/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;amp;amp;id=173&amp;amp;Itemid=1"&gt;demonstran di Korea Selatan &lt;/a&gt;atau kelompok &lt;a href="http://www.aavw.org/special_features/letters_thich_abstract02.html"&gt;biksu di Vietnam &lt;/a&gt;saat Perang Vietnam, belum sejauh itu. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Mereka hanya berusaha menyampaikan dengan cara mereka, banyak cara untuk menyampaikan pendapat dan kritik bukan. Kalau punya dukungan dan konsep lebih menarik bisa lewat televisi seperti acara parodi politik &lt;a href="http://www.metrotvnews.com/newsdotcom/berita.asp"&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Republik Mimpi&lt;/span&gt; &lt;/a&gt;yang disiarkan Metro TV. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Terus bagaimana cara saya menyampaikan pendapat? Mungkin lewat blog ini salah satunya, mengangkat kepada teman-teman pembaca mereka yang berekspresi. Ada yang mau berbagi pengalaman? :)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6460735610748174335-8603900839128353960?l=coffee-war.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coffee-war.blogspot.com/feeds/8603900839128353960/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6460735610748174335&amp;postID=8603900839128353960' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6460735610748174335/posts/default/8603900839128353960'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6460735610748174335/posts/default/8603900839128353960'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coffee-war.blogspot.com/2007/04/di-salah-satu-sudut-kota-malang.html' title='Di Salah Satu Sudut Kota Malang'/><author><name>Winto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11706719929237688694</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_uAMhgN30zqE/Ri9BuYuDdGI/AAAAAAAAABI/q6oR3rTVBDs/s72-c/Pancasila.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6460735610748174335.post-8221215913308664971</id><published>2007-04-10T21:33:00.000+07:00</published><updated>2007-04-10T21:43:12.932+07:00</updated><title type='text'>Menghayal</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_uAMhgN30zqE/Rhuh-rHvJGI/AAAAAAAAAAo/-77zwDNJwqU/s1600-h/meditation.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5051809505125278818" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_uAMhgN30zqE/Rhuh-rHvJGI/AAAAAAAAAAo/-77zwDNJwqU/s320/meditation.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Di sebuah desa, ya katakanlah desa, sangat hijau dan tertata rapih, tidak ada sampah berserakan, airnya bersih, polusi pun hampir tidak ada karena penduduk lebih banyak menggunakan sepeda. Untuk bepergian agak jauh ada kereta yang melaju di atas rel dengan teknologi ramah lingkungan, tanpa bahan bakar minyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disana perkembangan seni, budaya, sastra sangat diapresiasi. Ada sebuah panggung yang disediakan, panggung yang besar, untuk menampilkan pertunjukan-pertunjukan tersebut. Berbagai pertunjukan teater dari belahan dunia manapun hampir bisa ditemui disini. Siti Nurbaya, Malinkundang, Tangkuban Perahu, sampai Sampek dan Engtay, Romeo dan Juliet, Roro Mendut dan Pronocitro, semua ada disini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baca puisi, lomba menulis, lomba mewarnai pun ada. Hasil karya mereka lalu dibukukan, dijual, dan yang pasti disimpan di perpustakaan dengan rapih sebagai bukti sejarah sastra, profil para kreator pun tidak lupa ditampilkan agar seluruh desa dan pengunjung dari desa lain bisa mengenal mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari panggung itu juga kita bisa melihat pertunjukan musik dan tari. Tari dari Rusia, Jepang, India, Mesir, Kongo, dan Indonesia sendiri ada semua. Musik jazz, blues, rock bisa berdampingan dengan damai bersama campursari, dangdut, melayu bahkan shalawat, koor gereja, nyanyian buddhisme Tibet, pujian terhadap Krishna, Saraswati, dan banyak lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi pengunjung dari desa lain atau turis bisa mendapat informasi dari pusat-pusat informasi yang tersebar di berbagai lokasi. Brosur-brosurnya selalu diperbaharui, menggunakan dua bahasa, Indonesia dan Inggris. Selalu ada informasi mengenai event-event yang akan berlangsung, jalur transportasi, info penginapan, dan petugasnya ramah serta tahu betul apa yang harus diberitakan. Pariwisata pun berjalan lancar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ekonomi berjalan baik. Mereka yang berkebun tidak membabat hutan sembarangan untuk membuka areal kebun, yang bertani tidak menggunakan bahan kimia, pokoknya tidak merugikan lingkungan, hasilnya dikonsumsi oleh warga desa dan juga dikirim ke desa lain yang membutuhkan, desa lain juga membawa hasil buminya yang dibutuhkan desa ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pejabat bekerja karena memang ingin mengabdi untuk mengatur desa, guru mengajar karena memang ingin mengajar, mengerjakan pekerjaan dengan hati, akhirnya siswa pun senang, belajar jadi santai, nalar berjalan etika terjaga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biaya sebagian besar desa-desa yang makmur itu datang dari orang-orang terkaya dunia, yang membagi-bagikan kekayaannya secara merata, untuk membangun semua desa di seluruh dunia. Urusan perut beres, logika berjalan, kesemrawutan lumayan bisa diatasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari sambil duduk di taman, saya duduk dengan santai sambil menyanyi ditemani........&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“DHUAAAAAAAAAAR!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaget.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dasar, kamu bikin kaget saja.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kamu sih asik sekali menghayal dari tadi, apa yang kamu pikirkan?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Walah, desa utopi, impian, kamu ini pengikut Marx ya?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Daripada berpikir jorok. Marx...siapa itu?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Yah, cita-citanya untuk mewujudkan sebuah masayarakat tanpa kelas, modal dikelola bersama, lalu dia punya teori-teori untuk mewujudkan itu, kamu ikuti aja caranya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nggak tau ah, saya tidak tau soal itu, emang dia berhasil?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidak juga sih.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya sudah, kasihan juga ya kawan Marx itu. Aku tidak mau tau tentang Marx atau teori apalah...Pokoknya tau-tau menghayal saja.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Memangnya kamu dapat apa setelah menghayal? Daripada menghayal mending bekerja sana, rencanakan hidupmu lebih matang di ranah penuh persaingan ini.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya tidak dapat apa-apa sih, itulah pikiran...liar. Iya, iya, pasti akan berusaha.” (kaya tidak pernah menghayal saja, khayalannya &lt;em&gt;saru&lt;/em&gt; lagi biasanya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hahaha, lumrah saja kok, setiap orang ya pasti pernah mengkhayal.” (Tuh kan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Oke oke terima kasih sudah mengagetkan aku, kamu juga kembali menghayal saru sana.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hahaha, dasar, mau diceritain ya, kalau begitu selamat melanjutkan aktifitasmu kembali.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hahaha, oke, &lt;em&gt;thanks bro&lt;/em&gt;.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kembalilah beraktifitas lagi. Pikiran liar katanya harus dilatih biar tidak suka mengawang menerawang sesuatu yang tidak kejadian, tidak berguna memang. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6460735610748174335-8221215913308664971?l=coffee-war.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coffee-war.blogspot.com/feeds/8221215913308664971/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6460735610748174335&amp;postID=8221215913308664971' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6460735610748174335/posts/default/8221215913308664971'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6460735610748174335/posts/default/8221215913308664971'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coffee-war.blogspot.com/2007/04/menghayal.html' title='Menghayal'/><author><name>Winto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11706719929237688694</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_uAMhgN30zqE/Rhuh-rHvJGI/AAAAAAAAAAo/-77zwDNJwqU/s72-c/meditation.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6460735610748174335.post-3802147646327232312</id><published>2007-03-18T11:34:00.000+07:00</published><updated>2007-04-25T19:54:23.963+07:00</updated><title type='text'>G3 Beraksi! (Semoga ada DVD-nya)</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_uAMhgN30zqE/RhujkLHvJHI/AAAAAAAAAAw/G_bn8aAwrIE/s1600-h/G307_color_admat.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5051811248882001010" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_uAMhgN30zqE/RhujkLHvJHI/AAAAAAAAAAw/G_bn8aAwrIE/s320/G307_color_admat.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;G3 kembali beraksi! Konser keliling pertama mereka di tahun 2007 digelar di berbagai kota di Amerika dan Kanada, &lt;em&gt;start&lt;/em&gt; 14 Maret. Konsepnya seperti konser-konser sebelumnya, tiga gitaris yang mengusung musik rock, kebanyakan instrumental rock, akan tampil menunjukkan kebolehan masing-masing sebelum berkolaborasi pada sesi terakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Line-up&lt;/em&gt; gitaris yang berpatisipasi kali ini adalah John Petrucci, Paul Gilbert, dan tentunya sang dedengkot Joe Satriani (dan Steve Vai, kemana ya dia?). Konsep G3 memang selalu mengundang gitaris-gitaris handal untuk bermain bersama Satriani dan Vai. Nama-nama yang sudah tidak perlu diragukan lagi dalam kancah petik-memetik gitar, &lt;em&gt;virtuoso&lt;/em&gt; semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada konser perdananya tahun 1996 mereka menampilkan Eric Johnson. Selebihnya Adrian Legg, Kenny Wayne Shepherd, Robert Fripp, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Michael Schenker&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;, Uli Jon Roth, Yngwie Malmsteen, John Petrucci, Paul Gilbert mengisi panggung G3.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Paul_Gilbert"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Paul Gilbert&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; akan melakukan penampilan perdananya berkolaborasi dalam G3. Dikenal dengan almarhum band &lt;/span&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Mr._Big_(band)"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Mr. Big&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; dengan &lt;em&gt;hit&lt;/em&gt; kondangnya “To Be With You.” Permainan gitarnya luar biasa! (kalau tidak luar biasa mana bisa diundang ke G3 :D ). Bagaimana penampilannya dalam G3? Patut dinanti!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/John_Petrucci"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;John Petrucci&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; si dedengkot band &lt;/span&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Dream_theater"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Dream Theater&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; juga tidak akan kalah. Pentolan Berklee College of Music yang tersohor itu ini akan bergabung untuk kelima kalinya dalam tur keliling Amerika Utara G3 ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun saya kok merasa ada yang kurang kalau tidak ada &lt;/span&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Steve_vai"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Steve Vai&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;. Orang satu ini jagoan banget permainannya, sudah lebih hebat dari gurunya si &lt;/span&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Joe_Satriani"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Joe Satriani&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;. Aksinya di atas panggung sangat menghibur sehingga kita juga menonton pertunjukan yang menarik selain menikmati musik, namanya juga pertunjukan, orangnya kelihatan, bukan mendengar dari radio, aksi panggung akan memberi nilai plus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;The show must go on&lt;/em&gt;, tiga jagoan ini akan mengamen keliling di kota-kota besar di Amerika. Kapan ya G3 bisa singgah ke Indonesia? Tahun 2005 Jepang menjadi negara Asia pertama yang disinggahi G3, dan langsung didokumentasikan dalam bentuk DVD, keren! Semoga tur kali ini dirilis DVD-nya, ingin lihat Paul Gilbert :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi ngomong-ngomong, poster promosinya kok kurang menarik, kurang wah, terkesan seperti &lt;/span&gt;&lt;a href="http://12bar.de/sololick.php"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;poster T-bone walker hanya diberi warna saja :-)&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berita terkait: &lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.satriani.com/2004/road/"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Jadwal tur G3&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6460735610748174335-3802147646327232312?l=coffee-war.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coffee-war.blogspot.com/feeds/3802147646327232312/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6460735610748174335&amp;postID=3802147646327232312' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6460735610748174335/posts/default/3802147646327232312'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6460735610748174335/posts/default/3802147646327232312'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coffee-war.blogspot.com/2007/03/g3-beraksi-semoga-ada-dvd-nya.html' title='G3 Beraksi! (Semoga ada DVD-nya)'/><author><name>Winto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11706719929237688694</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_uAMhgN30zqE/RhujkLHvJHI/AAAAAAAAAAw/G_bn8aAwrIE/s72-c/G307_color_admat.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6460735610748174335.post-494651308746749854</id><published>2007-03-15T16:01:00.000+07:00</published><updated>2007-03-15T16:05:24.804+07:00</updated><title type='text'>Tips Rahasia Gitaris Tua Itu</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;“Kita ini ’kan harus mencetak produk yang baik, bukan hanya IQ-nya saja yang tinggi tapi juga memiliki iman yang bagus juga.”&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lho produk apa ini? Komputer super pintar? Berbagai film siksi-ilmiah sudah membuat kita berfantasi kalau suatu hari nanti bisa diciptakan sebuah mesin yang bisa diperintah biar bisa meringankan tugas manusia, mungkin seperti Robocop, mesin setengah manusia, tidak kenal capek anti-peluru pula, polisi akan sangat terbantu jika memang Robocop bisa kita ciptakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau seperti film Judge Dredd, manusia hasil kloning, yang diramu dari unsur genetik orang hakim ngetop di kota “Mega-City One”-nya, dicampur-aduk entah gimana caranya, lalu jadilah Dredd, polisi unggulan yang taat hukum. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Mau buat robot, pak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan, bukan. Bapak yang gitaris dan pemilik sebuah studio musik ini suatu ketika mengajak saya dan teman ngobrol di rumahnya. Dia sangat bangga dengan anaknya yang masih berumur 5 tahun yang dia perkirakan memiliki IQ yang bagus. Indikatornya? Dia berbeda dengan anak lain, yang senang menimpali pembicaraan yang dilakukan orang dewasa, nyambung dikit gitu. Cara bicaranya lebih lancar dari teman sebayanya yang masih ‘anak-anak’ banget. Pokoknya dia senang dengan si kecil yang satu ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Produk kebanggaan bapak ini berupa seorang manusia. Konon, untuk ‘membuat’ seorang anak yang pintar dan beriman pula, ada cara-caranya. Persiapannya harus matang, direncanakan, sebelum akhirnya ‘membuat’ produk ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana caranya? Dia belum mau berbagi. “Nanti kalau kamu sudah mau nikah tak kasih cara-caranya.” Mungkin beliau takut kalau tipsnya langsung dipraktekkan oleh kami anak muda ini :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak asal buat, ternyata mencetak anak juga harus disiapkan dengan matang. Manusia yang tidak hanya cerdas intelegensinya dan juga bagus imannya. Tentunya juga harus diimbangi dengan kasih sayang yang cukup dari kedua orang tuanya. Makanya sangat disayangkan jika belakangan ini sangat marak bayi yang baru lahir lalu sudah ditinggal begitu saja oleh ibunya, bahkan banyak yang langsung dicabut nyawanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak juga yang akhirnya terpaksa menikah di usia muda, karena terlanjur membuat ‘produk’, agar menghindari cap berzinah. Apa jadinya jika menikah tanpa perencanaan begitu, di saat gelora muda masih ingin bepergian kesana kemari tiba-tiba harus terbelenggu oleh tanggung jawab. Tidak sedikit akhirnya rumah tangga itu juga berjalan amburadul, akhirnya anak yang tidak bersalah mentalnya jadi tidak karu-karuan, tertekan, akhirnya mereka tumbuh menjadi anak yang kurang perhatian, yang berbahaya dikuatirkan perilaku mereka jadi destruktif, tumbuh menjadi ‘produk’ yang tidak sehat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pernah berkunjung ke rumah penampungan anak-anak yang dikelola oleh suster dari komunitas Katolik. Ada yang cacat, yang paling muda sedari kandungan sudah diserahkan oleh suster, ibunya masih SMP katanya, kemudian gadis kecil itu lalu diperkenalkan ke saya. Kasihan. Tatapan matanya polos sekali, dia belum bisa bicara. Mereka tidak bersalah sama sekali. Mereka korban dari nafsu sesaat pasangan muda yang tidak berpikir panjang. Untung masih ada orang-orang yang peduli seperti para suster ini. Semua elemen pemerintahan, kemasyarakatan, keagamaan harus saling bekerja sama rasanya untuk menciptakan pertumbuhan anak manusia yang baik, biar negara ini tidak kehilangan generasi mudanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin bisa juga disisipkan saran dari seorang gitaris tua, bagaimana mencetak anak bermutu tinggi :-) &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6460735610748174335-494651308746749854?l=coffee-war.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coffee-war.blogspot.com/feeds/494651308746749854/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6460735610748174335&amp;postID=494651308746749854' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6460735610748174335/posts/default/494651308746749854'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6460735610748174335/posts/default/494651308746749854'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coffee-war.blogspot.com/2007/03/tips-rahasia-gitaris-tua-itu.html' title='Tips Rahasia Gitaris Tua Itu'/><author><name>Winto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11706719929237688694</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6460735610748174335.post-6647014218379395036</id><published>2007-03-15T15:55:00.000+07:00</published><updated>2007-03-15T15:59:25.843+07:00</updated><title type='text'>Di Warung STMJ Kita Berkisah...</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Ngobrol santai merupakan aktivitas yang sangat menyenangkan. Pembicaraannya yang terjadi terkadang serius, namun dengan suasana yang rileks. Tempatnya, dimana saja. Di warung atau kafe menjadi salah satu tempat favorit. Para pengelola kafe dibuat berpikir kreatif untuk menyediakan suasana yang nyaman, tidak lupa makanan dan minuman yang pas di lidah. Kita tinggal pilih mana yang sesuai dengan selera dan kantong kita, dari yang paling mahal serta kelas mahasiswa penunggak biaya kos berbulan-bulan.&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Di Malang, saya salah satu tempat yang favorit saya untuk ngobrol adalah warung STMJ. Susu, madu, telur, jahe, dipadukan jadi satu. Bisa juga kita hilangkan salah satu elemen STMJ kalau tidak cocok dengan selera, yang jelas susu harus ada sebagai benda cairnya (bisa menjadi SMJ, STJ, STM, SJ, SM, ST, atau S saja). Kapan pertama kali STMJ ditemukan atau siapa yang meramu masih belum saya ketahui. Perkawinan yang tepat antara suasana dingin kota Malang di malam hari dengan hangatnya STMJ sangat pas untuk menemani pembicaraan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tempat warungnya sederhana, di tepi jalan, mungkin tidak tepat juga kalau disebut warung, yang jelas tempat seperti ini tersebar di seluruh Malang. Para pencari suasana santai berdatangan ke tempat-tempat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang dibicarakan? Macam-macam. Terkadang seluk-beluk kampus (bagi yang mahasiswa), mengomentari nilai yang diberi dosen kepada kita sebagai simbolisasi bodoh-pintarnya mahasiswa, kebijakan-kebijakan kampus, aktivitas mahasiswa, hujat-menghujat dosen (hahaha) dan sebagainya. Canda-tawa tak lepas dari topik-topik yang dibicarakan, hal yang mengendurkan urat-urat yang kaku setelah aktivitas sehari-hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Topik lain? Kondisi negara. Mulai dari mengomentari peristiwa politik yang terjadi, kebijakan pemerintah, bencana alam, kondisi sosial, perekonomian, pertahanan negara. Misalnya menanggapi harga beras yang naik, pertama yang dibahas apakah harga nasi di warung akan ikut naik, berbagai prediksi pun bermunculan, menebak-nebak segala kemungkinan yang akan terjadi, soalnya ini persoalan kongkrit, bersentuhan langsung dengan perut, setelah itu baru dibahas isu politiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagi pengalaman hidup juga menjadi topik unggulan, dijamin akan mendapatkan pendengar setia. Mendengar dengan hati juga merupakan bentuk komunikasi yang baik katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak jarang ide-ide atau inspirasi pun bermunculan, mengalir begitu saja. Inspirasi bisa datang kapan saja dimana saja. Dari sesuatu yang tidak direncanakan menjadi serius digarap. Si Newton duduk dibawah pohon apel saja bisa menjadi merumuskan hukum gravitasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekedar nongkrong sambil menikmati minuman adalah kegiatan mengisi waktu luang yang belum tentu &lt;em&gt;wasting time&lt;/em&gt;, kita bisa rileks namun juga bisa serius. Tempatnya silahkan pilih sesuai selera masing-masing. Tapi kalau sempat silahkan coba sambil minum STMJ di Malang : ) &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6460735610748174335-6647014218379395036?l=coffee-war.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coffee-war.blogspot.com/feeds/6647014218379395036/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6460735610748174335&amp;postID=6647014218379395036' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6460735610748174335/posts/default/6647014218379395036'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6460735610748174335/posts/default/6647014218379395036'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coffee-war.blogspot.com/2007/03/di-warung-stmj-kita-berkisah.html' title='Di Warung STMJ Kita Berkisah...'/><author><name>Winto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11706719929237688694</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6460735610748174335.post-4163154514592249285</id><published>2007-03-09T10:40:00.000+07:00</published><updated>2007-04-23T16:13:06.599+07:00</updated><title type='text'>Bisa Juga Kau, Mas!</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_uAMhgN30zqE/Rh8sW7HvJJI/AAAAAAAAABA/Jn4Z97d2soo/s1600-h/Image0003.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5052806079271871634" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 300px; CURSOR: hand; HEIGHT: 218px" height="289" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_uAMhgN30zqE/Rh8sW7HvJJI/AAAAAAAAABA/Jn4Z97d2soo/s320/Image0003.JPG" width="367" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Terlihat tidak banyak berubah bukan berarti tidak merencanakan sesuatu. Benar-benar mengejutkan dan sangat tidak terduga, tiba-tiba undangan pernikahannya datang begitu saja!. Akhirnya kawan saya yang satu ini, Mas Yudho, biasa saya sapa demikian, akan melalui salah satu faset yang akan dikenang seumur hidupnya, meminang wanita idamannya, hari Sabtu 10 Maret 2007.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal baru saja saya melewati masa-masa dimana dia masih membujang, belum bertemu dengan sang calon istri. Saya dengan beliau sempat mempunyai ketertarikan yang sama terhadap&lt;em&gt; brazilian jiu-jitsu&lt;/em&gt; (BJJ). Karena ukuran tubuh kami relatif sama, maka jadilah kami saling menjadi &lt;em&gt;sparring partner&lt;/em&gt; satu sama lain. Olahraga judo yang dimodifikasi keluarga Gracie dari Brasil ini akhirnya menjadi santapan dalam beberapa bulan. Di atas matras, dua pria kelas bulu amatir ini jadi saling tarik-menarik, banting-bantingan, bergulat, saling cari celah untuk membuat lawannya menyerah dengan berbagai teknik kuncian, tanpa wasit, tanpa mempedulikan resiko cedera, keringat membanjiri tubuh, otot-otot bekerja sangat keras, namun kami tetap senang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada dendam dalam pertarungan ‘bohong-bohongan’ ini. Yang ada saling memberitahu kelemahan masing-masing. Saya selalu dikalahkannya, paling tinggi hanya bisa menahan seri, itupun karena sudah kehabisan nafas. Namun itu semua cepat berlalu, karena olahraga ini terlalu berat dan membutuhkan latihan yang sangat intens, perlahan tapi pasti pertarungan itu tidak pernah terjadi lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada satu yang lucu dari perokok berat ini. Dia suka nonton film kartun One Piece saat minggu pagi, yang membuat dia enggan jika diajak latihan di hari tersebut. Hal ini menjadi bahan ejekan bagi saya dan teman-teman, masak usia sudah segitu masih nonton One Piece &lt;em&gt;rek&lt;/em&gt;. Perbedaan usia saya dengan mas Yudho 11 tahun, betapa jauhnya. Tapi tidak ada kendala komunikasi hanya karena perbedaan usia itu. Ada yang bilang tua itu pasti, menjadi dewasa itu pilihan. Berarti selama ini kita sudah saling dewasa-kah sehingga masih belum terjadi kendala komunikasi? :-) (atau Mas Yudo yang kekanak-kanakan, hahaha))&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun terkadang sisi kekanak-kanakan tersebut perlu kita punyai. Bagaimanapun kita semua pernah jadi anak-anak. Mata berbinar-binar takjub saat menemukan sesuatu yang baru serta kepolosan ala anak-anak justru, bagi saya, adalah hal yang sangat menyenangkan. Mas Yudho punya sisi itu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sarjana teknik arsitektur ini akhirnya harus mengarsiteki bangunan kehidupannya, memasang fondasi cinta bagi gedung bernama keluarga bahagia yang akan segera dibangunnya. Adakah kawan tidak ikut berbahagia melihat ‘seniornya’ ini akan melepas masa lajangnya? Rasanya tidak ada, kami semua turut berbahagia atas ‘prestasi’ ini :-) &lt;em&gt;Meneng-meneng moro-moro nggowo undangan rek!&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Selamat berbahagia mas Yudho, kita semua berharap agar kehidupan rumah tangga yang akan dibina bisa langgeng, lancar rejekinya, serta sehat selalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Pesan nakal : Kuncian sing digawe ngunci aku ojo ‘dipraktekno’ yo mas, ojo banting-bantingan maneh saiki , sing lembut ngono loh :-)&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6460735610748174335-4163154514592249285?l=coffee-war.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coffee-war.blogspot.com/feeds/4163154514592249285/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6460735610748174335&amp;postID=4163154514592249285' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6460735610748174335/posts/default/4163154514592249285'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6460735610748174335/posts/default/4163154514592249285'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coffee-war.blogspot.com/2007/03/bisa-juga-kau-mas.html' title='Bisa Juga Kau, Mas!'/><author><name>Winto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11706719929237688694</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_uAMhgN30zqE/Rh8sW7HvJJI/AAAAAAAAABA/Jn4Z97d2soo/s72-c/Image0003.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6460735610748174335.post-7577096387865763497</id><published>2007-02-26T21:46:00.000+07:00</published><updated>2007-02-26T23:25:18.810+07:00</updated><title type='text'>South Pacific Islands</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_uAMhgN30zqE/ReL4DKfTPVI/AAAAAAAAAAY/Knp7C0gm3vU/s1600-h/putumayo.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5035860066592570706" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 232px; CURSOR: hand; HEIGHT: 211px" height="233" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_uAMhgN30zqE/ReL4DKfTPVI/AAAAAAAAAAY/Knp7C0gm3vU/s320/putumayo.jpg" width="242" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;em&gt;“An Extraordinary collection of accessible contemporary music from the beautiful and isolated tropical islands of the South Pacific.”&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Sajian musik yang khas dari &lt;a href="http://www.putumayo.com/"&gt;Putumayo&lt;/a&gt;. Album kali ini menampilkan 11 lagu dan 7 artis. Grup Te Vaka dari New Zealand menyumbangkan lagu terbanyak dengan 4 lagu. Lagu-lagu dalam album ini didendangkan dengan bahasa lokal, sehingga tidak dapat saya mengerti artinya. Namun jangan kuatir, ada &lt;em&gt;song meanings&lt;/em&gt;-nya dalam 3 bahasa, Inggris, Prancis dan Spanyol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenis musik seperti ini memang langka di Indonesia, kalaupun ada seperti ini, harganya mahal. Namun salut untuk Putumayo yang mengumpulkan dan memperkenalkan musik-musik dari berbagai negara. Musisi Indonesia juga ada dalam album &lt;a href="http://www.putumayo.com/catalog/item.php?&amp;item_number=246"&gt;Reggae Playgroud&lt;/a&gt; (Tony Q Rastafara) dan &lt;a href="http://www.putumayo.com/catalog/item.php?&amp;amp;item_number=180"&gt;Music from the Tea Lands&lt;/a&gt; (Ujang Suryana), dan mungkin masih ada yang lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu mendengar lagu pertama berjudul “Iuliana” yang dibawakan Te Vaka, saya langsung sangat tertarik, seperti lagu Hawai begitu deh yang berhubungan dengan pantai, tapi tidak 100% sama, ada yang khas dari musik pantai ala South Pacific.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah coba simak arti lagu Iuliana dalam bahasa Inggris:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;em&gt;“Saw you in my mind / Amazed at how beautiful you looked / Your ship has certainly landed / Good fortune has come / Brought by a change in your journey / New understanding for Iuliana / Newfound strenght for Iuliana / Bringing much joy for Iuliana.”&lt;/em&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ada juga yang bernada perlawanan. Pulau-pulau di Pasifik Selatan merupakan bekas koloni dari negara-negara Eropa seperti Prancis, Inggris bahkan Amerika Serikat, dan masih ada yang merupakan &lt;em&gt;official territories&lt;/em&gt; dari negara-negara tersebut. Kita lihat lirik lagu berjudul “Watolea” (artinya: bendera) yang dibawakan oleh Gurejele (terjemahan dalam bahasa Inggris) :&lt;em&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;em&gt;“He arrived Like a thief / His flag was blue, white and red / And he just proclaimed / That this country would be his forever.”&lt;/em&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/em&gt;Menarik kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil berhitung dan berpikir sedikit lama, akhirnya saya memutuskan... beli!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ALBUM : South Pacific Islands&lt;br /&gt;LABEL : &lt;a href="http://www.putumayo.com/"&gt;Putumayo World Music&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;HARGA : Rp. 109.000,-&lt;br /&gt;DAFTAR LAGU / ARTIS :&lt;br /&gt;1. Iuliana / Te Vaka&lt;br /&gt;2. Mana Ma’Ohi / Matato’a&lt;br /&gt;3. Sei Ma Le Losa / Te Vaka&lt;br /&gt;4. Abede / Telek&lt;br /&gt;5. Haloa Olohega / Te Vaka&lt;br /&gt;6. Nengone Nodegu / OK! Ryos&lt;br /&gt;7. Wahine Whakairo / Whirimako Black&lt;br /&gt;8. Nukukehe / Te Vaka&lt;br /&gt;9. Siasi / O-shen&lt;br /&gt;10. Co Era So / OK! Ryos&lt;br /&gt;11. Watolea / Gurejele&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6460735610748174335-7577096387865763497?l=coffee-war.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coffee-war.blogspot.com/feeds/7577096387865763497/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6460735610748174335&amp;postID=7577096387865763497' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6460735610748174335/posts/default/7577096387865763497'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6460735610748174335/posts/default/7577096387865763497'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coffee-war.blogspot.com/2007/02/south-pacific-islands.html' title='South Pacific Islands'/><author><name>Winto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11706719929237688694</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_uAMhgN30zqE/ReL4DKfTPVI/AAAAAAAAAAY/Knp7C0gm3vU/s72-c/putumayo.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6460735610748174335.post-2057524776257388361</id><published>2007-02-26T21:32:00.000+07:00</published><updated>2007-02-26T23:43:38.435+07:00</updated><title type='text'>Dian Sastro pun Bisa Merasa Jelek!</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_uAMhgN30zqE/ReLwnKfTPUI/AAAAAAAAAAM/X9gjMIowOQc/s1600-h/Country(02).jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5035851888974839106" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 232px; CURSOR: hand; HEIGHT: 336px" height="299" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_uAMhgN30zqE/ReLwnKfTPUI/AAAAAAAAAAM/X9gjMIowOQc/s320/Country(02).jpg" width="219" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Siapa yang tidak kenal Dian Sastrowardoyo? Hampir semua laki-laki mengenalnya (perempuan juga tentunya). Dalam pembicaraan soal wanita di alam lelaki nama Dian Sastro seringkali disebutkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dian Sastro merupakan simbol...hmmm sebutlah, kecantikan seorang wanita atau acuan wanita berparas cantik itu seperti apa. Buktinya saya sering simak dalam beberapa acara lawak di TV misalnya, pelawak wanita yang bentuk fisiknya gemuk sering ngomong seperti ini, “Perkenalkan saya Dian Sastro!,” yang tentu saja bertujuan untuk memancing tawa para penonton. Pelawak pria pun tidak mau kalah. “Saya ini pacarnya Dian Sastro.” Coba bayangkan jika yang ngomong seperti ini Tukul Arwana, pasti penonton akan ketawa-ketiwi sepuas-puasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun Dian Sastro ternyata bisa merasa jelek juga loh! Berikut pernyataan Dian pada halaman 40 koran Jawa Pos di bagian Radar Malang. &lt;em&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;em&gt;“Aku kalau lagi nggak merasa cantik, pasti nggak ramah sama orang. Tapi, kalau lagi merasa cantik, pasti ramah sekali. Sampai-sampai, orang yang nggak kenal pun aku sapa satu per satu.”&lt;/em&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/em&gt;Sebagai penutup,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;em&gt;“Padahal, orang yang lihat belum tentu pandangannya sama dengan aku. Bisa jadi, ketika aku merasa cantik, orang lain melihat sebaliknya”&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Seseorang yang menjadi ikon kecantikan saja bisa merasa tidak cantik, bagaimana yang bukan? Belum tentu juga, saya rasa. Siapa yang bisa menebak isi kepala wanita yang misterius itu. Buktinya...Dian Sastro. Alasannya kalau sedang tidak ramah ternyata sangat mengejutkan, saya tidak menyangka :-)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah Dian... ada-ada saja. Saya belum pernah kok mendengar ada yang bilang kamu tidak cantik, apalagi ketika kamu merasa cantik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;a href="http://www.jawapos.com/"&gt;Jawa Pos&lt;/a&gt; edisi Senin 26 Februari 2007&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6460735610748174335-2057524776257388361?l=coffee-war.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coffee-war.blogspot.com/feeds/2057524776257388361/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6460735610748174335&amp;postID=2057524776257388361' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6460735610748174335/posts/default/2057524776257388361'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6460735610748174335/posts/default/2057524776257388361'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coffee-war.blogspot.com/2007/02/dian-santro-pun-bisa-merasa-jelek.html' title='Dian Sastro pun Bisa Merasa Jelek!'/><author><name>Winto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11706719929237688694</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_uAMhgN30zqE/ReLwnKfTPUI/AAAAAAAAAAM/X9gjMIowOQc/s72-c/Country(02).jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6460735610748174335.post-6860587390364551986</id><published>2007-02-25T20:26:00.000+07:00</published><updated>2007-02-25T22:10:49.532+07:00</updated><title type='text'>Catatan Perjalanan ke Surabaya IV – Take Me Home Country Road</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Senin, ini hari dimana orang-orang kembali beraktivitas. Mereka yang masih sekolah harus upacara. Mereka yang ngantor harus kembali bekerja mengais rupiah. Pengangguran? Selalu hari Minggu untuk mereka. Ibu rumah tangga? Rata-rata bekerja di rumah, mengatur makanan, nonton infotainment, serta pergi ke sanggar senam atau ikut kelas yoga untuk menjaga penampilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum pulang saya masih sempat berkunjung ke beberapa tempat. Tempat pertama di STIKOM, kalau tidak salah kepanjangannya Sekolah Tinggi Ilmu Komputer. Saya kesini untuk mengunjungi kawan saya, ibu Okta yang pada hari-hari sebelumnya belum sempat ditemui. Beliau setiap kali ke Surabaya saya hampir selalu menginap di rumahnya, kecuali kedatangan saya kali ini. STIKOM adalah tempat dimana ia bekerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua kawan saya yang merupakan mahasiswa di kampus ini Toni dan Hendra tentunya sudah sangat paham lekuk tubuh kampusnya ini. Plus saya dan Poppy, kawan saya dari Unair, akan menjelajah kampus ini. Saya sudah pernah ke Universitas Airlangga (Unair) dan Universitas Kristen Petra di Surabaya, namun STIKOM baru kali ini, pengetahuan saya tentang kampus di Surabaya bertambah lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti biasa, sosok Okta yang bertubuh mungil ini menyambut dengan ramah. Kita mengobrol, tentang organisasi-lah, kabar masing-masing, diselingi bercanda sedikit. Tidak lama namun sudah cukup bagi saya, ini tempat kerja, jangan mengganggu orang yang sedang kerja berlama-lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara berikutnya tur kampus ini. Saya diajak berkeliling. Gedung kampus STIKOM dibuat tinggi sampai 8 lantai, jadinya jangan harap melihat area hijau disini, sedikit sekali.tapi tempat ini konon sangat ketat, mereka yang tidak memakai sepatu dan baju berkerah jangan harap bisa masuk. Tapi kami semua masuk memakai sandal dan berkaos kok, dengan alasan mau cari informasi soal pendaftaran, namun tetap diperingati oleh pak satpam, jangan ulangi lagi. Disiplin juga. Saya diajak naik sampai di tingkat tertinggi (kalau tidak salah lantai 8). Ada lapangan basket disana, yang bisa digunakan untuk bulutangkis juga acara wisuda. &lt;em&gt;Three in one&lt;/em&gt; deh, serba guna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh ya, di dalam gedung kampus tidak boleh, merokok!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tempat kuliah saya, Universitas Brawijaya (Unibraw), saya pernah diberi kuliah oleh dosen sambil merokok, pernah juga sambil mengawasi ujian dosen merokok di kelas. Bebas rokok. Maksudnya bebas merokok. Mahasiswa apalagi. Kita bebas merokok dimana saja. Mungkin karena model kampus Unibraw bukan gedung seperti di STIKOM, lahannya luas, antarfakultas jaraknya tidak terlalu berdekatan. Banyak tempat diluar kampus yang...katakanlah itu taman, terbuka, ada tempat duduknya untuk bersantai...sambil merokok. Mungkin karena terbuka itu sehingga kampus kami bebas merokok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau di STIKOM, asapnya akan terjebak di gedung sehingga membuat gedung penuh asap. Kenapa tidak disediakan ruang khusus perokok ya? Kita kan bukan anak SMA lagi yang bisa dilarang merokok. Nanti kan bisa tercipta komunitas “ruang perokok”. Siapa tahu disana banyak mengalir ide-ide segar. Saya bukan seorang perokok jadi tempat-tempat seperti itu tidak perlu bagi saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bicara soal rokok, teman saya seorang perokok berat berkata kepada saya bahwa jika dihadapkan pada situasi memilih rokok atau makan, dia akan bingung katanya. Dua-duanya penting. Sewaktu nonton jazz 2 hari yang lalu, teman-teman saya para wanita dokter sangat terganggu dengan mereka yang merokok disampingnya. Dikibas-kibaskan tangan mereka untuk mencegah asap rokok, juga sebagai bahasa tubuh bahwa mereka terganggu, dengan harapan si perokok berhenti merokok. Saya belum pernah melihat cara ini efektif. Perokok tetap asik merokok. Perokok seharusnya menghargai mereka yang terganggu dengan asap rokoknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa sih enaknya merokok? Meskipun bukan perokok saya punya jawaban untuk pertanyaan ini. Bagi saya saat yang paling enak untuk menyulut batang tembakau itu adalah sehabis makan dengan perut kenyang! Entah, bagi saya nikmat sekali saat-saat sehabis puas makan lalu merokok. Ah, tapi saya tidak kecanduan dan sangat jarang melakukannya. Saya adalah perokok insidental, merokok kalau ditawarkan sebagai lambang persahabatan, dalam sebulan belum tentu ada sekali merokok. Membeli rokok artinya pengeluaran tambahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan berikut setelah berkeliling kampus STIKOM adalah Unair. Kawan saya Poppy ada keperluan sebentar di kampusnya, di fakutas psikologi. Ini kedatangan saya ketiga kalinya ke Unair. Entah ada perubahan atau tidak, karena tidak terlalu memperhatikan keadaan dulu dengan saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan bermaksud menganggap kampus sendiri lebih baik, tapi penilaian saya Unair kurang hijau, maksudnya kurang banyak tanamannya. Jarak antarfakultasnya terlalu dekat, sehingga terkesan sempit. Namun ada kesamaan dengan Unibraw, ya...apalagi kalau bebas merokok. Lahan Unair lebih luas dari STIKOM. Ini kampus B katanya, kampus A untuk kedokteran, dan masih ada kampus C yang letaknya agak jauh, seingat saya keterangannya seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persinggahan terakhir sebelum pulang yaitu gedung BLPT. Entah apa kepanjangannya. Teman-teman ingin survey harga untuk menyewa gedung ini yang akan dipakai untuk sebuah kegiatan nanti di bulan Mei.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, saya harus pulang ke Malang, &lt;a href="http://www.songlyrics.com/song-lyrics/Denver+John/John+Denver"&gt;Take Me Home Country Roads,&lt;/a&gt; mengutip judul lagu &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/John_Denver"&gt;John Denver&lt;/a&gt;. Sejuknya udara Malang membuat kangen. Jajaran pegunungan yang indah, &lt;em&gt;mountain momma&lt;/em&gt;! Minum STMJ di malam hari benar-benar nikmat. Berakhir sudah perjalanan ke Surabaya kali ini, namun ke depan pastinya akan ke Surabaya lagi. &lt;em&gt;Sayonara&lt;/em&gt; Surabaya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih saya ucapkan kepada:&lt;br /&gt;- dr. Lisa, dr. Olivia, dr. Yuli dan rekan-rekannya. (Sudah dokter semua akhirnya)&lt;br /&gt;- Hendra sudah mau ‘menampung’, transportasinya, makan paginya :)&lt;br /&gt;- Toni, Poppy, Dian untuk jalan-jalannya.&lt;br /&gt;- Himawan, Okta, Maisy, Rudi, Youngky, Shanty tidak sempat ngobrol banyak tapi sudah bisa ketemu saya sudah senang :)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6460735610748174335-6860587390364551986?l=coffee-war.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coffee-war.blogspot.com/feeds/6860587390364551986/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6460735610748174335&amp;postID=6860587390364551986' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6460735610748174335/posts/default/6860587390364551986'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6460735610748174335/posts/default/6860587390364551986'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coffee-war.blogspot.com/2007/02/catatan-perjalanan-ke-surabaya-iv-take.html' title='Catatan Perjalanan ke Surabaya IV – Take Me Home Country Road'/><author><name>Winto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11706719929237688694</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6460735610748174335.post-7850570044482134870</id><published>2007-02-25T20:21:00.000+07:00</published><updated>2007-02-25T22:05:32.479+07:00</updated><title type='text'>Catatan Perjalanan ke Surabaya III – Coklat Valentine dan Tempat Ibadah</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Hari minggu yang cerah, terima kasih untuk kawan saya Hendra yang sudah ‘menampung’ saya selama di Surabaya :) Dia berjanji mau mengajak makan model prasmanan setelah sebelumnya di Malang saya sempat mengajak makan dengan model sejenis. Ambil sendiri. Seperti swalayan. Bedanya yang ditawarkan disini adalah makanan. Sebanyak apapun nasi yang kita ambil harganya akan sama, namun yang belum pernah saya coba, bagaimana cara menghitung harga yang harus dibayar jika sayur yang saya ambil sangat banyak misalnya? Atau disela-sela saat makan saya ingin tambah sayur apakah harga yang dibayar akan bertambah atau tidak? Saya ingin coba suatu saat, tapi untuk hari ini tidak dulu. Lumayan enak juga makanan di warungnya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sorenya saya kembali diajak ke mall lain yaitu Pakuwon Trade Center (PTC). Seperti biasa isinya itu-itu saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernak-pernik imlek dan valentine mewarnai suasana mall. Bagi mereka yang akan merayakan hari valentine, parade bunga, boneka, coklat, serta pernak-pernik bergambar hati yang berwarna merah muda siap dibeli. Merah muda..? itu kan warna yang dihubungkan dengan warna perempuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asumsinya, itu kado yang harus diberikan untuk wanita. Terus untuk pria apa dong hadiahnya? Masak cuma coklat atau bunga? Boneka kan leih mahal harganya? Hahaha, katanya cinta tidak boleh diukur dengan uang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Valentine diasosiasikan dengan ungkapan cinta sepertinya lebih kepada mereka anak muda yang masih pacaran. Ada ungkapan saat pacaran tahi pun rasa coklat, nah hati-hati terhadap coklat valentine yang Anda terima dari pasangan Anda, teliti dulu dengan seksama, jangan-jangan.... :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh iya, ada yang beda di mall PTC. Disini ini ada tempat ibadah! (Saya tidak perlu menyebutkan tempat ibadah umat apa). Di dalam mall-nya lho, bukan di parkirannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tempat ibadah rupanya mengikuti selera jaman juga rupanya, mungkin ini salah satu strategi untuk merangsang anak muda agar mau datang beribadah dan juga bagi yang sudah berkeluarga biar sekalian rekreasi ke mall setelah beribadah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adakah tempat-tempat ibadah jaman sekarang melahirkan tokoh-tokoh agama yang bisa dimiliki semua agama seperti Romo Mangun, Romo Sandyawan, Gus Dur, Cak Nun, atau tokoh pembela HAM seperti Munir dan lain-lain?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya belakangan meragukan itu. Banyak orang-orang yang mengagung-agungkan agamanya dengan berlebihan sampai memandang agama lain itu jelek, salah, sesat dan berbagai cap lain. Ini bibit-bibit yang menimbulkan perpecahan dan konflik. Sedihnya kita di Indonesia masih rentan terhadap hal yang satu ini. Membunuh orang yang tidak seagama dianggap pantas karena mereka telah melecehkan Tuhan kita. Ada yang menganggap selama rajin berdoa maka dosa-dosa akan diampuni Tuhan, meskipun banyak melakukan kejahatan, mereka akan tetap masuk surga karena Tuhan akan mencintai mereka yang tidak melupakannya. Mereka yang beragama belum tentu lebih baik dari mereka yang tidak beragama, begitu pula sebaliknya, &lt;em&gt;vice versa.&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Dalam buku “Cak Munir, Engkau Tak Pernah Pergi”, ada dialog yang sangat menarik antara &lt;a href="http://islamlib.com/id/"&gt;Ulil Abshar-Abdalla&lt;/a&gt; dengan Munir. Munir rupanya pernah mengalami fase ekstremitas dalam beragama. Antara tahun 1984-1989 tasnya tidak pernah kosong dari senjata tajam. Agama harus menjadi maslahat (manfaat, win) bagi manusia. (hal. 230). Islam harus memihak pada pihak yang dizalimi. Jadi, Islam tidak memihak kepada Islam, tapi memihak kepada yang dizalimi demi minciptakan keadilan (hal. 232). Dia sepakat kalau Islam menjadi energi bagi kaum tertindas untuk melawan penindasan (hal. 234). Sangat jelas jika dalam kenyataannya Munir tidak pernah membeda-bedakan siapa yang akan dia bela.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Preah_Maha_Ghosananda"&gt;Bhikku Maha Ghosananda&lt;/a&gt;, seorang pemimpin umat buddha di Kamboja, berkata: Kita harus memiliki keberanian untuk meninggalkan vihara kita dan memasui “vihara pengalaman manusia”. Kamp-kamp pengungsian, penjara-penjara, pemukiman kaum minoritas, dan medan-medan pertempuran akan menjadi vihara kita. Beliau berada di Kamboja dalam situasi kehancuran dan pembantaian saat rejim Khmer Merah berkuasa yang menekan dirinya juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Huah, memang jenuh dan kadang mengecewakan jika melihat masih belum selesainya konflik yang terjadi di tanah air. Setidaknya apa yang bisa kita lakukan sekecil apapun, mari kita lakukan demi tercapainya perdamaian, setuju?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hujan deras mengguyur Surabaya malam ini, sewaktu kita makan. Surabaya jelang jam 22.00 masih belum sepi. Di Malang sebelum jam 21.00 jalan sudah mulai sepi. Perbedaan antara kota besar dan kota kecil. Untung tidak hujan kemarin sewaktu nonton jazz. Saya masih tinggal di Surabaya sampai besok, karena kegiatan perkuliahahan masih belum berjalan alias libur. &lt;em&gt;Sweet dream&lt;/em&gt;, Surabaya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahan Bacaan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. JUDUL       : Cak Munir, Engkau Tak Pernah Pergi&lt;br /&gt;   PENULIS    : Merupakan kumpulan tulisan kolega-kolega Munir&lt;br /&gt;   EDITOR      : Willy Pramudya&lt;br /&gt;   PENERBIT : Gagas media, Jakarta, 2004&lt;br /&gt;   TEBAL        : 290 halaman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. JUDUL              : Doa Sang Pembawa Damai&lt;br /&gt;    PENULIS           : Maha Ghosananda&lt;br /&gt;    PENERJEMAH : Daniel Johan W dan Eddy Setiawan&lt;br /&gt;  PENERBIT        : Yayasan Pencerahan dan Himpunan Mahasiswa Buddhis Indonesia (HIKMAHBUDHI) Malang, Malang, 2003&lt;br /&gt;   TEBAL                : 88 halaman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. JUDUL  : Berita KontraS&lt;br /&gt;    EDISI    : No. 05 / IX-X / 2004&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. JUDUL        : Perzinahan Suci&lt;br /&gt;    PENULIS    : Aris Wahyudi&lt;br /&gt;    PENERBIT : Voxdei Publications, (tempat tidak tercantum), 2005&lt;br /&gt;    TEBAL        : 311 halaman&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6460735610748174335-7850570044482134870?l=coffee-war.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coffee-war.blogspot.com/feeds/7850570044482134870/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6460735610748174335&amp;postID=7850570044482134870' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6460735610748174335/posts/default/7850570044482134870'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6460735610748174335/posts/default/7850570044482134870'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coffee-war.blogspot.com/2007/02/catatan-perjalanan-ke-surabaya-iii.html' title='Catatan Perjalanan ke Surabaya III – Coklat Valentine dan Tempat Ibadah'/><author><name>Winto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11706719929237688694</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6460735610748174335.post-5411208827783617255</id><published>2007-02-25T20:19:00.000+07:00</published><updated>2007-02-27T00:06:15.390+07:00</updated><title type='text'>Catatan Perjalanan ke Surabaya II – Singa Tua Mengaum!</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Malam minggu, jalanan di Surabaya dijejali berbagai jenis kendaraan bermotor, padat sekali. Kami akan menonton pertunjukan jazz. Saya dijemput oleh teman di Malang dulu yang sekarang tinggal di Surabaya, ibu dokter Yuli, yang sekarang kuliah lagi mengambil spesialis ortopedi di Unair. Bersama dua temannya yang semuanya wanita dan dokter. Kebetulan teman barengan saya yang dijemput juga dokter, jadilah saya menjadi pria satu-satunya dalam mobil diapit oleh 4 wanita para dokter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai kata-kata asing meluncur dari mulut mereka, bukan soal mall, gaya hidup, kosmetik melainkan istilah-istilah yang berhubungan dengan rumah sakit dan sejenisnya. Tidak ada yang saya mengerti. Mereka orang-orang yang sibuk di rumah sakit tiap harinya, para dokter muda yang mengambil spesialis, wanita pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, jaman sekarang wanita tidak boleh lagi dianggap &lt;em&gt;konco wingking&lt;/em&gt; yang ikut saja dengan suami dan hanya memasak di dapur. Mereka ini wanita-wanita yang punya kesibukan dan karir. Bagi pria yang masih biasa hidup dalam budaya patriarki jangan harap bisa punya pasangan seorang dokter :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tema pertunjukan jazz kali ini adalah Jazz Under the Stars, tempatnya terbuka tapi tetap dipasang tenda, namun syukurlah hujan tidak melanda padahal beberapa hari ini sering hujan katanya. Kami sempat kehabisan tempat, petugasnya sudah berseru, ”TIKET HABIS!” Apa! Yang benar saja...sudah jauh-jauh nih. Kami berada dalam situasi dipertimbangkan karena mereka masih melihat apa masih ada ruang yang bisa dijadikan tempat, menunggu sambil harap-harap cemas, dan...syukurlah masih dapat tempat! Lega... ternyata animo pencinta jazz di Surabaya besar sekali. Kami dapat bonus rokok 1 bungkus dari sponsor, serta minuman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Band-band lokal yang mengusung musik jazz ditampilkan terlebih dahulu, Jazzy News dan Weekend Project. Para musisi muda ini memang patut diberi panggung untuk mempertunjukkan kemampuan, dan yang paling berharga adalah mendapatkan pengalaman, agar menjadi musisi dengan nama besar kelak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya penampilan yang trio PIG naik ke panggung. Mereka membawakan 4 lagu instrumental. Pra Budidharma pada bas, Gilang Ramadhan menabuh drum, dan Indra Lesmana memainkan alat musik tiup yang ada tutsnya serta keyboard. Komposisi mereka sangat menarik. Kadang di tengah-tengah lagu masing-masing dari mereka berimprovisasi dengan alat musik masing-masing. Tabuhan drum Gilang Ramadhan yang mendapatkan tepuk tangan paling meriah. PIG sudah bermain bersama sejak 1986, waktu yang cukup lama untuk saling mengenal karakter masing-masing. Lagu terakhir dari mereka berupa aransemen dari lagu “Begadang” karya Rhoma Irama, lagunya dibuat menjadi bernuansa jazzy, keren banget!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah tampil bertiga, kini saatnya berkolaborasi dengan sang maestro, &lt;a href="http://www.tembang.com/profil/default.asp?i=166"&gt;Bubi Chen&lt;/a&gt;! Om Bubi, begitu beliau biasa disapa, merupakan musisi jazz tanah air yang begitu disegani. Lahir di Surabaya, 9 Februari 1938, om Bubi sejak kecil sudah belajar piano klasik. Namun jazz adalah dunianya. Om Bubi belajar jazz secara otodidak melalui kursus tertulis pada Wesco School of Music, New York antara tahun 1955-1957.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi fisiknya sudah mulai menurun, beliau berjalan dengan bantuan tongkat. Tapi begitu di panggung dan meminkan beberapa nada saja, penonton sudah bersorak dan bertepuk tangan. Luar biasa! Singa tua sedang mengaum! Bubi Chen masih ada, benar-benar seorang musisi besar, penampilannya begitu sederhana dan bersahaja. Beliau masih sanggup menghibur kita semua lewat musiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersama Indra Lesmana om Bubi saling berbalas &lt;em&gt;lick&lt;/em&gt; jazz. Gaya solo duel semacam ini mendapat sambutan sangat meriah, dalam dunia jazz sepertinya ini cara yang efektif untuk meraih perhatian, setidaknya itu yang disarankan Joe Bennett dalam bukunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagu pertama kolaborasi itu sangat ketal nuansa jazz dan blues. Penonton mengiringi dengan tepuk tangan, apalagi saat piano om Bubi dimainkan juga oleh Indra Lesmana bersama-sama, berbagi piano, unsur hiburan dalam suatu pertunjukan sangat mutlak agar penonton terhibur. Tidak menyesal menonton pertunjukan seperti ini apalagi jarang, konon ini penampilan PIG yang pertama di kota Surabaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam ini sangat istimewa, sayang saya tidak sempat minta foto dengan Bubi Chen, padahal beliau tidak dikerubutin penggemar, agak ragu mendekati beliau yang duduk di depan. Tapi kami semua sudah sangat terhibur dengan tontonan yang berkualitas. Malam sampai sekitar jam 23 acara berakhir. Lelah juga hari ini setelah keliling mall dan nonton jazz. Saatnya istirahat!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahan bacaan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. JUDUL : Cara Cepat dan Mudah Menjadi Gitaris Jazz Andal.&lt;br /&gt;PENULIS : Joe Bennett.&lt;br /&gt;PENERBIT : PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 2004&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berita terkait: &lt;a href="http://www.wartajazz.com/news/news130207.html"&gt;wartajazz&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6460735610748174335-5411208827783617255?l=coffee-war.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coffee-war.blogspot.com/feeds/5411208827783617255/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6460735610748174335&amp;postID=5411208827783617255' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6460735610748174335/posts/default/5411208827783617255'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6460735610748174335/posts/default/5411208827783617255'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coffee-war.blogspot.com/2007/02/catatan-perjalanan-ke-surabaya-ii-singa.html' title='Catatan Perjalanan ke Surabaya II – Singa Tua Mengaum!'/><author><name>Winto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11706719929237688694</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6460735610748174335.post-1079972154331086187</id><published>2007-02-25T19:16:00.000+07:00</published><updated>2007-02-25T21:59:21.567+07:00</updated><title type='text'>Catatan Perjalanan ke Surabaya I – Susah Bensin Ya.... Jalan Kaki!</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Sudah berulang kali saya ke Surabaya, namun kedatangan kali dengan tujuan khusus yaitu nonton pertunjukan jazz, tanggal 10 Februari 2007. Pertunjukan jazz ini menampilkan trio Pra Budidharma, Indra Lesmana dan Gilang Ramadhan, yang menamakan trio mereka PIG (diambil dari inisial masing-masing). Bubi Chen sang legendaris juga akan tampil dengan nama-nama kondang itu, belumnya kedatangan saya ke Surabaya biasanya kalau tidak rapat organisasi ya ikut kegiatan, yang juga digalang organisasi, kali ini saya mau bersenang-senang! Syukurlah teman-teman saya di Surabaya menyambut dengan hangat dan berbaik hati mau menemani saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena pertunjukannya masih lama yaitu sekitar jam 20.00, maka dari pagi jalan-jalan dulu dengan dua kawan saya. Sebagai orang yang sudah terbiasa dengan udara sejuk dan lalu lintas yang tidak padat di Malang, kota Surabaya menjadi tidak terlalu bersahabat dalam hal ini, uh...panasnya minta ampun! Sinar mataharinya sangat terik menyengat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai kota terbesar kedua dan seperti sebagian kota besar (atau mau jadi besar) di Indonesia, kunjungan wisata utama Surabaya adalah mall, surga belanja. Di Malang, saya bisa dengan mudah menikmati nuansa alam yang sejuk di daerah Batu jika sedang ingin melepas jenuh (namun Malang juga sedang gencar mau menambah mall-nya). Di sana, kita bisa makan jagung ataupun sekedar minum kopi bahkan di tempat tertentu kita tidak perlu belanja hanya untuk sekedar duduk dan bercakap-cakap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surabaya memang tidak memiliki tempat seperti ini, namun bagi saya alasan tersebut tetap tidak bisa dijadikan pembenaran untuk terus-menerus membangun surga belanja yang makin bertebaran di sisi-sisi kota Surabaya, yang makin memicu budaya konsumtif di masyarakat. Kita juga terus dijejali iklan-iklan dari berbagai produk di kiri-kanan jalan, BERBAGAI PRODUK lho..termasuk (maaf) kondom, bisa ditemukan di lokasi legendaris gang Dolly, hebat kan hehe. Iklan-iklan tersebut membuat keindahan jalan di Surabaya makin tidak beraturan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya diajak ke Tunjungan Plasa (TP). Bagi saya setiap mall hampir tidak ada bedanya, selain fisik bangunannya, isinya itu-itu saja, menawarkan berbagai macam produk yang lebih mahal dari biasanya. Begitu masuk ke TP seperti menemukan oase di tengah gurun, sejuk sekali udaranya karena tiupan AC, perubahan udaranya drastis sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TP menjadi ikon Surabaya, selain Tugu Pahlawan, Kebun Binatang Surabaya, Hotel Majapahit, dll. Pasca-kemerdekaan mall-mall seperti ini yang akan berdiri sejajar sebagai ikon dengan monumen-monumen bersejarah lainnya. Mall ini besar sekali dan bertingkat-tingkat, berkeliling disana membuat kaki pegal, apalagi hanya melihat-lihat, tidak ada yang dibeli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai selingan, pemandangan lain yang dilihat adalah pengunjungnya, terutama para wanitanya hehe. Wanita dengan berbagai model dandanan dan busana bisa dipandang disini. Yang terlintas di pikiran saya, kalau punya pasangan sejenis ini misalnya pasti saya akan diputusin terus (alih-alih dapat pasangan begini, dilirik aja mungkin tidak, tapi namanya juga pengandaian) karena pasti tidak sanggup dan tidak akan mau menghabiskan uang untuk keperluan yang berlebihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya punya rekan seorang wanita (kebetulan dia tinggal di Surabaya untuk kuliah) yang sangat memperhatikan penampilan, mulai model rambut, kosmetik, bentuk tubuh, pakaian, tas, sepatu, perhiasan, &lt;em&gt;facial&lt;/em&gt;, pelangsing bahkan telepon genggam dan sebagainya. Syukurlah dia dapat pria yang berduit. Untuk sekali mewarnai rambut biayanya 800 ribu,&lt;em&gt; facial&lt;/em&gt; sepertinya 200-300 ribu, bahkan yang paling fanstastis kalau tidak salah dia pernah membeli lotion pemutih import seharga 2 juta! Belum lagi tiap minggu ke mall, nonton ke biskop atau makan. Kasihan orang tuanya yang harus membiayai semua itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmmm... betapa pentingnya mengendalikan keinginan-keinginan yang selalu muncul dalam pikiran kita, tidak semua kita butuhkan. Dalam beberapa edisi di Oprah Winfrey Show, ada contoh kasus keluarga yang kondisi keuangannya sekarat karena tidak bisa mengendalikan keinginan untuk beli ini-beli itu, sehingga dibutuhkan konsultan keuangan untuk menyelamatkan kondisi keuangan mereka, yang pada intinya konsultan keuangan itu hanya mengontrol pembelian yang sebenarnya tidak diperlukan. (&lt;a href="http://www.oprah.com/money/debtdiet/family/debtdiet_family_main.jhtml"&gt;Oprah’s Debt Diet&lt;/a&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita mulai melebar hehe, tapi nanti kembali lagi soal uang. Setelah lelah keliling mall, kami singgah di tempat makan. Sambil ngobrol santai, teman saya lalu membuka pembicaraan yang kurang-lebih seperti ini, ”Berapa ya penghasilan orang-orang ini (maksudnya mereka yang datang ke mall serta sudah berkeluarga), untuk transportasi saja di Surabaya adik saya menghabiskan 600 ribu per bulan (kendaraannya mobil) karena jalanan disini jauh-jauh.” Uang lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya jadi teringat cerita teman saya sewaktu berkunjung ke Jakarta saat pemerintah baru saja mengumumkan kenaikan harga bensin menjadi Rp 4.500 per liter, katanya ada spanduk super-kreatif yang bertuliskan solusi untuk mengatasi kenaikan harga ini, rumusnya sangat singkat dan mudah diingat, SBY - JK = Susah Bensin Ya... - ... Jalan Kaki!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan berakhir sudah petualangan kami di TP, pengunjung terus berdatangan karena ini malam minggu. Selamat bermalam minggu sobat!&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6460735610748174335-1079972154331086187?l=coffee-war.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coffee-war.blogspot.com/feeds/1079972154331086187/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6460735610748174335&amp;postID=1079972154331086187' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6460735610748174335/posts/default/1079972154331086187'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6460735610748174335/posts/default/1079972154331086187'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coffee-war.blogspot.com/2007/02/catatan-perjalanan-ke-surabaya-i-susah.html' title='Catatan Perjalanan ke Surabaya I – Susah Bensin Ya.... Jalan Kaki!'/><author><name>Winto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11706719929237688694</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6460735610748174335.post-5046384528637029883</id><published>2007-02-21T18:58:00.000+07:00</published><updated>2007-02-25T22:13:49.889+07:00</updated><title type='text'>Bergulat Dengan Kesibukan</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Sudah lama saya tidak menulis di blog ini, banyak faktor yang bisa dijadikan alasan, salah satunya alasan klasik yaitu kesibukan. Sibuk...ah bisa saja, kerja saja belum apalagi berumah tangga, gaya &lt;em&gt;thok! :)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam beberapa pekan sangat banyak kejadian yang saya simak ataupun terlibat langsung. Dalam panggung politik, saya hanya bisa menjadi penikmat teater nyata yang masih tidak karuan. Ah... Indonesia... masih belum selesai aja masalah-masalahnya, saya tidak akan kaget kalau parodi Republik Mimpi bisa mencapai 1000 episode, mereka mempunyai bahan tertawaan seabrek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang paling mengusik otak ini terutama masalah stok beras. Negara ini terkenal sebagai negara agraris, mata pencahararian sebagaian besar penduduknya adalah petani (setidaknya itu yang telah disamapaikan guru PMP saya dulu, apa mungkin sudah direvisi dan saya tidak tahu ya?). Negara sampai mengimpor beras, rakyat mengantri untuk mendapatkan &lt;a href="http://www.tempointeraktif.com/hg/jakarta/2007/02/20/brk,20070220-93726,id.html"&gt;beras murah&lt;/a&gt;, dan tidak mudah tentunya, banyak yang tidak kebagian padahal sudah mengantri. Kalau urusan perut masih bermasalah, produktivitas rakyat untuk berkarya masih jauh panggang dari api, saya pernah mendengar ungkapan kira-kira berbunyi, "Logika berjalan asal logistik terpenuhi." Setuju 100% !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Parade kejadian semacam ini membuat kita sudah kebal akan berita bencana, kita tidak kaget lagi jika mendengar ada bencana yang menelan korban jiwa, pertanyaan yang menyusul berikutnya biasanya, "Berapa korban yang jatuh? 2 orang saja..oh syukurlah." APA! nya manusia sudah demikian tidak berharga lagi, ya mungkin karena itu tadi kita sudah terus dijejali berita-berita bencana yang ironisnya membuat kita sudah biasa, karena yang para pemimpin itu tidak menyelesaikannya dengan benar, sehingga kita kecewa dan cenderung membiarkan saja, sudah mati rasa, sudah kecewa, wajar... urusan karena urusan perut sendiri menjadi makin tidak jelas, kabur... Kebohongan yang diucapkan seribu kali akan menjadi kebenaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun hidup harus terus berlanjut, saya banyak bertemu dengan orang-orang yang berkarya dengan sangat nyata di kota Malang yang tercinta ini, yang ingin mempersembahkan karya-karyanya dengan berbagai cara dan gaya masing-masing, mungkin tidak untuk orang banyak, hanya orang-orang terdekat yang ruang lingkupnya tidak besar, namun lebih efektif sekiranya, setidaknya dari yang kecil itu bisa meluas. Ayo berkarya terus kawan-kawan! :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6460735610748174335-5046384528637029883?l=coffee-war.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coffee-war.blogspot.com/feeds/5046384528637029883/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6460735610748174335&amp;postID=5046384528637029883' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6460735610748174335/posts/default/5046384528637029883'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6460735610748174335/posts/default/5046384528637029883'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coffee-war.blogspot.com/2007/02/bergulat-dengan-kesibukan.html' title='Bergulat Dengan Kesibukan'/><author><name>Winto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11706719929237688694</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6460735610748174335.post-2022229925163359204</id><published>2007-01-03T13:23:00.000+07:00</published><updated>2007-01-03T13:49:59.510+07:00</updated><title type='text'>Bang Bang Tut</title><content type='html'>Bang bang tut&lt;br /&gt;Plintat plintut&lt;br /&gt;Ngomongnya kayak kentut&lt;br /&gt;Sang sutradara menjalankan skenario bahwa harga minyak naik&lt;br /&gt;Pak Daud sedang asik nonton tivi, sambil sruput kopi tiba-tiba jadi tersudut&lt;br /&gt;Harga pada naik, banyak yang tiba-tiba bangkrut, dada hanya bisa diurut&lt;br /&gt;sumarah...sumarah...&lt;br /&gt;Kapan kita hidup sejahtera....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bang bang tut&lt;br /&gt;Plintat plintut&lt;br /&gt;Ngomongnya kayak kentut&lt;br /&gt;D i Senayan saling sikut, tarik-ulur dukungan, licin kaya belut, tapi nama rakyat dicatut&lt;br /&gt;Pak Daud tidak ikut-ikut yang penting bisa makan&lt;br /&gt;Harga nasi di warung Bu Ketut sambut kenaikan harga minyak&lt;br /&gt;Mending jadi kuda makan gratis karena makan rumput.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bang bang tut&lt;br /&gt;Plintat plintut&lt;br /&gt;Ngomongnya kayak kentut&lt;br /&gt;Pak Daud diajak demo&lt;br /&gt;Tapi takut mending manut tidak menuntut daripada menyulut ribut bukannya pengecut&lt;br /&gt;Duduk sendiri, rambut rontok, kepala cenut-cenut, harta cuma burung perkutut, untung masih punya dodol garut untuk isi perut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bang bang tut&lt;br /&gt;Plintat plintut&lt;br /&gt;Ngomongnya kayak kentut&lt;br /&gt;Tidak punya kerjaan, tetangga Pak Daud semua jadi tukang tebak buntut&lt;br /&gt;Kalah melulu duit amblas taunya cuma gelut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bang bang tut&lt;br /&gt;Plintat plintut&lt;br /&gt;Ngomongnya kaya kentut&lt;br /&gt;Pak Daud sakit, takut kena penyakit akut jadi langsung ke rumah sakit sambil ngebut&lt;br /&gt;Diminta jaminan duit, gemetar itu lutut, nyali ciut, pucat raut, jantung kembut, harta sudah menyusut&lt;br /&gt;Mau sehat sulit dan mahal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bang bang tut&lt;br /&gt;Plintat plintut&lt;br /&gt;Ngomongnya kayak kentut&lt;br /&gt;Pesawat jatuh berturut-turut, kematian datang menjemput&lt;br /&gt;Sang Adikong baru datang inspeksi, lambat kayak siput&lt;br /&gt;Saling tunjuk hidung siapa yang siap diusut&lt;br /&gt;Katanya pesawat layak terbang, tapi kenapa hasilnya maut? Carut-marut!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bang bang tut&lt;br /&gt;Plintat plintut&lt;br /&gt;Ngomongnya kayak kentut&lt;br /&gt;Naik kereta api...tut..tut..tut, panjang kayak barisan semut, baut lepas, tabrakan keretanya, maut lagi deh.&lt;br /&gt;Mau jalan-jalan niat jadi surut&lt;br /&gt;Sang Adikong kembali inspeksi, mencoba mengusut (lagi), mencari sangkut-paut dia bersahut, dasar siput! mundur saja!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bang bang tut&lt;br /&gt;Plintat plintut&lt;br /&gt;Ngomongnya kayak kentut&lt;br /&gt;Tidak ada yang patut, tidak ada yang salut, tidak pernah terpecut, semua siput!&lt;br /&gt;Sedia payung sebelum hujan,&lt;br /&gt;Ahli pelesetan bilang swedia payung sebelum hujan&lt;br /&gt;Mending aku ke Swedia&lt;br /&gt;Tapi aku masih terlalu cinta negeri ini&lt;br /&gt;Menunggu sang sutradara mengakhiri semua ini, dan teriak,”&lt;em&gt;Cut,cut,cut&lt;/em&gt;.”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6460735610748174335-2022229925163359204?l=coffee-war.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coffee-war.blogspot.com/feeds/2022229925163359204/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6460735610748174335&amp;postID=2022229925163359204' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6460735610748174335/posts/default/2022229925163359204'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6460735610748174335/posts/default/2022229925163359204'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coffee-war.blogspot.com/2007/01/bang-bang-tut.html' title='Bang Bang Tut'/><author><name>Winto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11706719929237688694</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6460735610748174335.post-2357653630890315433</id><published>2007-01-03T13:13:00.000+07:00</published><updated>2007-01-03T13:18:29.204+07:00</updated><title type='text'>Air Mata</title><content type='html'>Simpanlah air mata itu, jangan keluarkan sekarang.&lt;br /&gt;Masih terlalu dini untuk berkeluh kesah.&lt;br /&gt;Segalanya masih bisa kita selesaikan dengan banyaknya lapis kekuatan kita.&lt;br /&gt;Seiring dengan itu kekompakan kita akan diuji dengan banyaknya rintangan dan jebakan dalam pengembaraan hayat ini.&lt;br /&gt;Apakah kita cukup bijak untuk menyelesaikannya bersama?&lt;br /&gt;Air mata itu masih belum terlalu bernilai saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di saat kita sudah mengarungi puluhan tahun kehidupan materi ini.&lt;br /&gt;Saat itu kita sudah melihat hasil didikan, hasil jerih payah, hasil perjuangan kita bersama.&lt;br /&gt;Dengan badan yang tidak sekuat masa muda dahulu, tapi dengan kesatuan hati yang tidak serapuh dahulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat itu,&lt;br /&gt;keluarkanlah air mata ,&lt;br /&gt;air mata kebahagiaan,&lt;br /&gt;air mata haru,&lt;br /&gt;serta air mata kesedihan di kala tubuh ini sudah siap menjadi jasad,&lt;br /&gt;air mata itu akan menjadi sangat berharga bagiku....dan bagimu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6460735610748174335-2357653630890315433?l=coffee-war.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coffee-war.blogspot.com/feeds/2357653630890315433/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6460735610748174335&amp;postID=2357653630890315433' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6460735610748174335/posts/default/2357653630890315433'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6460735610748174335/posts/default/2357653630890315433'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coffee-war.blogspot.com/2007/01/air-mata.html' title='Air Mata'/><author><name>Winto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11706719929237688694</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6460735610748174335.post-4636920313033707501</id><published>2006-12-31T21:14:00.000+07:00</published><updated>2006-12-31T21:15:55.422+07:00</updated><title type='text'>Kapoera</title><content type='html'>Kapoera, dalam Bahasa Inggris ditulis &lt;em&gt;capoeira&lt;/em&gt;. Saya sangat tertarik dengan kapoera karena gerakan-gerakan akrobatikya, dan terlebih lagi setiap para praktisi kapoera sudah mulai berkumpul untuk melakukan jogo (permainan), yaitu dua orang pemain saling berhadapan dimana seluruh rekannya berkumpul membentuk lingkaran (roda) sambil memainkan musik yang khas, wow...rasanya sangat senang melihat pertunjukan mereka. Yang unik, mereka berhadapan bukan untuk saling melukai, tapi saling menghindar dan menunjukkan teknik-teknik akrobatik yang membutuhkan kekuatan dan kelenturan luar biasa. Teman saya sempat mengajarkan beberapa teknik dan iseng-iseng saya coba praktekkan, dan hasilnya...susah sekali! Dia hanya tertawa melihat rangkaian kegagalanku, hehehe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekilas sejarah, kapoera adalah bela diri yang dikembangkan oleh para budak dari Afrika di Brazil yang didatangkan oleh orang-orang Portugis. Tekanan yang dihadapi oleh budak-budak inilah yang membuat mereka akhirnya mengembangkan cara untuk melawan dengan tangan kosong. Setelah masa perbudakan berakhir, para budak akhirnya menjadi tidak punya pekerjaan dan akhirnya membentuk atau bergabung dengan geng kriminal. Mereka tetap berlatih kapoera. Kapoera sempat dilarang di Brazil pada tahun 1892. Namun berangsur-angsur kapoera tidak lagi dilarang sampai puncaknya, &lt;strong&gt;Mestre Bimba (Manuel dos Reis Machado)&lt;/strong&gt;, seorang ahli kapoera diundang untuk memperagakan kapoera di depan presiden pada tahun 1937. Dia lalu diijinkan untuk membuka sekolah kapoera pertama di Brazil, dan kapoera akhirnya diakui sebagai olahraga nasional. Sejak itu perkembangan kapoera meningkat dan menyebar ke seluruh dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang beranggapan kapoera hanya sekedar olahraga, ada juga yang menganggap sebagai beladiri. Namun kita tidak perlu larut dalam perdebatan tentang kapoera tersebut, karena kapoera lebih dari sekedar perdebatan, perdebatan hanya untuk para penguasa (mungkin bisa dibaca: politisi) yang rela menusuk rekannya sendiri demi kepentingan pribadi, serta rela menyengsarakan rakyat (mungkin karena benar-benar muak melihat para politisi dan sok politisi di Indonesia berlaku demikian, jadinya kesal banget). Dalam kapoera, persahabatan dan saling menghargai di antara dua orang yang sedang ber-jogo merupakan hal yang utama, sambil mereka juga bisa menghibur sehingga mendatangkan kesenangan bagi orang yang menontonnya. Jadi pilih mana, menjadi &lt;em&gt;capoeiristas&lt;/em&gt; atau politisi? (I prefer to be a &lt;em&gt;capoeristas&lt;/em&gt;).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6460735610748174335-4636920313033707501?l=coffee-war.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coffee-war.blogspot.com/feeds/4636920313033707501/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6460735610748174335&amp;postID=4636920313033707501' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6460735610748174335/posts/default/4636920313033707501'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6460735610748174335/posts/default/4636920313033707501'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coffee-war.blogspot.com/2006/12/kapoera.html' title='Kapoera'/><author><name>Winto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11706719929237688694</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6460735610748174335.post-7249745204750857039</id><published>2006-12-31T21:13:00.000+07:00</published><updated>2006-12-31T21:14:07.206+07:00</updated><title type='text'>Senyum yang Telah Hilang...</title><content type='html'>Waktu memang tidak bisa dilawan, waktu terus menggerogoti kita.&lt;br /&gt;Waktu juga yang telah merampas senyum itu.&lt;br /&gt;Senyum itu sudah hilang, hampir tak berbekas.&lt;br /&gt;Semua kenangan dalam senyum itu hanya terkenang manis dalam pikiran.&lt;br /&gt;Masih belum terlupakan saat senyum itu ternyata membuat larut di dalamnya, senyum dengan warna pelangi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun,&lt;br /&gt;Mengapa sangat mudah senyum itu hilang?&lt;br /&gt;Seperti pasir yang terhempas angin, hampir tak berbekas.&lt;br /&gt;Hidup terus berjalan, mungkin kita telah banyak berbuat salah.&lt;br /&gt;Apakah kesalahan itu tidak tertebus dengan apapun?&lt;br /&gt;Apakah yang membuat senyum itu terhempas dari pandangan?&lt;br /&gt;Sulit untuk mengetahui jawabannya, sesulit mengetahui penyebab kecelakaan Putri Diana.&lt;br /&gt;Apakah memang semua putri gampang kehilangan senyumnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita harus cukup kuat untuk menerima semua kehilangan.&lt;br /&gt;Dan kita harus berusaha selama masih bisa mendapatkan senyum itu.&lt;br /&gt;Terus berjuang, Pejuang Senyum! :)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6460735610748174335-7249745204750857039?l=coffee-war.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coffee-war.blogspot.com/feeds/7249745204750857039/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6460735610748174335&amp;postID=7249745204750857039' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6460735610748174335/posts/default/7249745204750857039'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6460735610748174335/posts/default/7249745204750857039'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coffee-war.blogspot.com/2006/12/senyum-yang-telah-hilang.html' title='Senyum yang Telah Hilang...'/><author><name>Winto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11706719929237688694</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6460735610748174335.post-7192001083092199351</id><published>2006-12-31T21:08:00.000+07:00</published><updated>2006-12-31T21:23:50.349+07:00</updated><title type='text'>Venesia</title><content type='html'>&lt;em&gt;Benvenuto! Welcome to Venice!&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Menikmati keindahan di Venesia sama seperti sebuah simulasi sebelum ke surga, meski kamu belum pernah mengalami pengalaman transendensial untuk mengetahui surga itu seperti apa. Sepulang dari Venesia mungkin saja kamu bisa menjadi lebih religius meskipun kota ini bukanlah Mekkah ataupun Vatikan. Mengagumi keindahan juga bisa menjadi wisata spiritual yang baik, jika kamu menyadarinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Venesia juga bagai sutradara ulung yang mampu mempertontonkan alur cerita yang mengesankan dalam sebuah film melalui perjalanan dengan menggunakan gondolanya yang terkenal itu (tentunya di saat yang sama kamu harus mengalirkan Euro terus-menerus). Kotanya seperti mengapung di atas air, polusi sangat susah kamu temui di Venesia karena lebih banyak pejalan kaki dan gondola disana (juga &lt;em&gt;vaporetti&lt;/em&gt; atau ‘bus perahu’ yang menggunakan mesin untuk berjalan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah sebabnya mengapa saya merasa harus mengajak Clarine datang ke kota kelahiran Marco Polo ini, hanya berdua. Bersama dengannya menonton sebuah film nyata dengan judul Venesia ini pasti akan menancapkan memori yang kuat di otak. Nonton di bioskop sudah terlalu biasa, tidak ada yang bisa kamu nikmati disana. Memberi kebahagiaan Clarine adalah misi utamanya. Apakah Clarine selama ini tidak bahagia? Tentu saja tidak. Clarine memiliki segalanya. Orang tua yang baik, saudara-saudara yang lucu, prestasi yang cemerlang, rumah yang bagus dan masih banyak lagi. Tapi kenapa saya masih tetap membawa misi membahagiakan Clarine? Agar Clarine tahu bahwa dia begitu berarti bagi saya. Tapi mengapa harus Venesia, tempat ini terlalu jauh dan menghabiskan banyak biaya untuk mencapainya? Bagi saya Venesia adalah tempat dimana malaikat yang memujanya, dan Clarine patut dipuja malaikat, oleh karena itu saya yakin para malaikat akan ikut memuja Clarine di Venesia (saya mengeluarkan teoriku sendiri dengan gaya sok tahu yang mungkin bisa dihujat oleh para pemuja malaikat, teori yang sama sekali tidak ilmiah, karena di Venesia juga kan ada penjahat masak malaikat akan memuja penjahat itu juga, hahaha, tapi saya sungguh yakin akan hal itu), karena Venesia adalah salah satu kota terindah di muka bumi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Clarine adalah seorang wanita yang periang, manis, dan lebih dari itu semua dia sangat baik. Kalau dia mau jadi model video klip dari lagu seperti “Mahadewi”-nya grup Padi pasti sangat cocok, karena sesuai dengan lirik lagunya, “Alam raya pun semua tersenyum merunduk dan memuja hadirnya,” begitulah sosok Clarine saya deskripsikan. Sering juga saya diperingati untuk berhati-hati dan jangan terlalu berlebihan karena toh dia juga masih manusia biasa, khilaf tidak akan bisa lepas dari dirinya juga. Apa kamu yakin dia sebaik itu? Apa kamu siap untuk kecewa jika dia ternyata dia bersikap jauh dari harapanmu? Apakah kamu siap sebelanga susu rusak karena setitik nila? Lebih dari itu semua apakah kamu tulus? Ada benarnya juga. Sering saya melihat problem rumah tangga yang menimpa para selebritis kita (karena sering terekspos). Pada saat awal membentuk rumah tangga segalanya serba “Mahadewi”, namun entah perubahan drastis mahadahsyat seperti apa yang membuat segalanya menjadi “Mahaneraka”, apa kehendak yang Mahakuasa dibalik semua ini? Kata orang bijak kita harus selalu siap menerima perubahan karena perubahan tidak bisa dihindari. Semoga saya bisa mendapatkan jawabannya di Venesia. Banyak seniman besar terlahir ataupun terinspirasi dari Venesia. Vivaldi, Titian, Tintoretto, Marco Polo, Casanova (cirinya dengan Marco Polo adalah sama-sama petualang, tapi yang satu ini terkenal sebagai ‘petualang perempuan’ ) dan masih banyak lagi. Saya sedikit berharap daya magis Venesia bisa bekerja dalam diriku kali ini, benarkah saya terlalu berlebihan memuja Clarine? Misi ke Venesia akhirnya bertambah satu lagi, saya harus benar-benar memastikan sosok Clarine memang yang “terbaik”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama Clarine konon diambil dari nama alat musik “clarinet”. Ayahnya adalah penggemar alat musik tiup ini. Sosok clarinetis jazz asal Swedia Hans Olof Wickman-lah yang membuatnya tergila-gila dengan clarinet. Tapi tentu saja beliau bukan pemain yang handal, tapi tidak jelek juga. Ibunya tidak terlalu menaruh perhatian terhadap musik, senang mendengar musik yang sederhana terutama lagu nostalgia. Pemberian nama “Clarine” terhadap putri mereka cukup disetujui oleh ibu Clarine, karena terdengar lumayan untuk nama seorang wanita. Wah saya tidak bisa membayangkan kalau ayahnya adalah seorang penggemar drum, gitar, ataupun lebih ekstrim bonang! (alat musik gamelan Jawa), pasti ayahnya akan berpikir ekstra mencarikan nama untuk putrinya. Bagaimana caranya memberi nama yang pas untuk putri dari kata drum, gitar, bonang. Tapi hidup ini memang penuh misteri, kalau saja ayahnya waktu muda tidak mendengar lantunan clarinet Hans Olof Wickman, maka tidak akan ada Clarine (yang ada bisa-bisa Bonang!).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah tiba di Venesia, kami beristirahat dulu seharian, karena perjalanan kesini memerlukan waktu yang panjang. Aroma Venesia membuat kami tidak tahan lagi untuk menyusurinya. Clarine begitu antusias untuk berkeliling kota dengan gondola, langsung saja kami berdua meminta untuk diajak berkeliling kota Venesia. Pendayung gondola adalah asisten sutradara di Venesia, karena merekalah yang akan menunjukkan keelokan Venesia dengan sangat beritme. Bak sebuah film mereka memulai perjalanan melewati tempat dengan pemandangan yang ‘biasa-biasa’ saja dengan melewati kanal-kanal yang sempit. Clarine tampak begitu menikmati perjalanan ini. Ingat, misi saya adalah membahagiakannya bukan menghayati perjalanan ini dan terbuai dengan Venesia, saya sempat sejenak melupakan misi saya ini karena larut dalam belaian Venesia. Kita akan melewati Canale Grande kanal yang luas dan sangat terkenal, terutama setelah melewati gereja Basilica di Santa Maria della Salute yang terkenal itu, begitu orang-orang menyebutnya disini. Sang sutradara sudah menetapkan inilah klimaks dari film (ditandai dengan makin menariknya pemandangan yang tersaji disekitar), ritme yang pas sehingga Clarine pun menyandarkan kepalanya di bahuku. Ekspresinya begitu damai. Tangannya dingin karena suhu disini begitu rendah, tapi mampu mengalirkan kehangatan yang kamu tidak akan bisa mencari rumus ilmiahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi dari tadi benakku masih muncul sejumlah pertanyaan, misteri Clarine, bagaimana saya mencari atau memastikan sosok “terbaik” ini pada diri Clarine? Juga saya harus bertanya kepada diri sendiri, atas dasar apa kamu mencintai Clarine? Dia cantik, dia baik, dia pintar, dia begini, dia begitu. Bagaimana kalau semua itu mendadak hilang? Masih ada cintamu untuk dia, masih tulus kamu untuk dia? Semua yang kamu lakukan ini benarkah jauh dari hanya sekedar ilusi cintamu? Ugh! Saya tidak boleh tampak aneh di depannya. Hasil dari dua misi yang kuemban masih belum bisa dinilai. Ah, biarlah saya dan Clarine meneruskan perjalanan ini dulu, kami akan ke areal dimana terdapat gereja St. Mark yang terkenal itu. Saya juga patut salut untuk ratusan kalinya terhadap Venesia, pendayung gondolanya memang paham betul keinginan sutradaranya, mereka sangat kompak dalam melestarikan lembaran skenario romantis yang berusia ratusan tahun ini, memang pantas UNESCO memasukkan Venesia sebagai warisan budaya dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Basilica di San Marco, bahasa Italianya. Dalam bahasa Inggris disebut St. Mark’s Basilica. Namanya diambil untuk menghormati St. Mark yang dijadikan semacam orang suci panutan dan pelindung bagi Venesia. Gereja ini sangat indah dan menjadi salah satu tujuan wisata utama di Venesia, umurnya sudah ratusan tahun. Di depannya terdapat lapangan yang begitu luas yang bernama Piazza San Marco. Ratusan orang berjubel disini. Burung merpati juga sangat banyak. Di sekelilingnya terdapat bangunan-bangunan bersejarah. Clarine sangat senang. Dia mengagumi burung merpati, katanya. Dia senang jika melihat burung merpati terbang begitu bebas tapi di saat yang sama dia juga tetap bisa kembali kepadamu, dia juga sedikit iri kepada jenis hewan bersayap ini karena dia juga ingin bisa terbang. Baginya melihat susunan bangunan yang berjejer dari ketinggian memberikan pandangan yang semakin luas dan sudut pandang lain dalam melihat sesuatu dan semakin tahu detailnya jika dilihat dari atas karena semua perlahan menjadi mengecil. Merpati adalah lambang persahabatan yang abadi seperti yang dia simak dari film favoritnya “Home Alone 2”. Dalam film itu si pemeran utama Kevin diberi hadiah sepasang hiasan merpati oleh pemilik toko mainan yang misterius. Simpan satu dan berilah satu kepada orang yang kamu tidak ingin lupakan, maka persahabatan kalian akan abadi, kurang-lebih begitu filosofi burung merpati yang disampaikan dalam film itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mulai bisa mendalami isi kepala Clarine. Clarine tidak butuh cinta murahan (tentunya bukan hanya Clarine). Saling memberi dan saling pengertian dan yang penting adalah tulus, tidak ada pamrih melekat disana, hanya cinta seorang ibu yang bisa menandingi cinta muda-mudi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Matahari mulai tenggelam. Hari ini kami berkeliling di tempat-tempat yang bersejarah di Venesia. Rasa lelah menjadi semakin menjadi-jadi karena dingin begitu menusuk meski jaket sudah berlapis-lapis. Tubuhku yang terbiasa dengan suhu di daerah khatulistiwa dipaksa untuk beradaptasi dengan perubahan suhu yang ekstrim ini. Lampu-lampu kota sudah mulai menyala menerangi Venesia. Kami duduk di bangku dengan pemandangan menghadap kanal yang menjadi jalur transportasinya gondola-gondola.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya memulai pembicaraan dengan Clarine.&lt;br /&gt;“Clarine... apakah kamu bahagia?,” tanyaku.&lt;br /&gt;“Tentu saja,” jawabnya.&lt;br /&gt;Syukurlah, sahutku dalam hati. “Inilah sebabnya mengapa saya mengajakmu ke Venesia.”&lt;br /&gt;Sambil menatap mataku, Clarine berkata, “Kamu tahu, tanpa Venesia pun Clarine sudah sangat bahagia atas semua yang telah kamu berikan. Clarine sudah mendapatkan segala kebahagiaan jika pada saat sedih ada yang menghibur Clarine, pada saat bahagia ada yang bersama Clarine. Venesia tidak bisa berbicara kepada Clarine, Venesia tidak bisa mendengarkan isi hati Clarine, Venesia betapapun indahnya dia bisu.”&lt;br /&gt;“Tapi kamu bisa memberikan Clarine kebahagiaan yang lebih dari yang bisa Venesia berikan.”&lt;br /&gt;Lalu saya bertanya,” Clarine, apakah saya sudah memberikan yang terbaik untukmu? Apakah saya sudah menjadi yang terbaik untuk Clarine?”&lt;br /&gt;“Tentu! Clarine selalu merasakan apa yang kamu berikan adalah yang terbaik dan tulus. Clarine sangat bahagia! Untuk bisa memberikan yang terbaik untukmu Clarine bisa memberinya setiap saat, rasa saling pengertian tidak akan tumbuh melalui perjalanan indah, melainkan dipupuk dengan sabar, maka cinta akan tumbuh subur.”&lt;br /&gt;Clarine cukup pandai berfilosofi, saya benar-benar tidak bisa dibuat banyak bicara. Matanya lalu menatap dengan tulus, matanya seolah berbicara tegas dalam diamnya bahwa dia akan selalu menjadi yang terbaik. Saya semakin yakin kalau Clarine adalah yang “terbaik” itu.&lt;br /&gt;“Tapi, perjalanan ke Venesia berkesan bukan?,” tanyaku.&lt;br /&gt;“Ya! Kamu memang nekat! Baru kali ini Clarine dapat kejutan seheboh ini, Venesia...!? sungguh mengejutkan pokoknya!,” serunya sambil tersenyum dengan raut wajah yang meluap-luap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Clarine lalu beraksi ketika secara samar-samar dia mendengar ada lantunan sonata. Itu sonata-nya Vivaldi, pemain biola yang menciptakan banyak karya musik yang merdu. Vivaldi begitu dipuja di Venesia karena dia adalah seorang putra daerah. Banyak orang yang memainkan karyanya. Clarine beranjak lalu mengajakku mencari sumber dari bunyian itu, dia berjalan duluan sementara saya masih terduduk sejenak, masih ingin merenung sejenak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ingin merenungi pernyataan Clarine. Saya juga ingin menjawab pertanyaan yang timbul di pikiranku ini. Parameter “terbaik” memang akhirnya akan sangat susah untuk kamu temui. Ini bukan hitung-hitungan matematika. Bagi saya kita tidak perlu terlalu serakah dan terlalu menuntut. “Terbaik” akan timbul sendirinya jika kamu sabar memupuknya. Kita tidak bisa mengharapkan orang lain akan bergerak seiring dengan jalan pikiran kita, Clarine itu juga individu yang punya keinginan pribadi. Katanya tadi rasa saling pengertian tidak akan diperoleh melalui perjalanan indah, tapi dipupuk. Pengertian...kamu akan susah mendefinisikannya, karena bagi saya pengertian harus dialami dan dirasakan, agar kamu tidak jatuh berantakan nantinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, apakah Clarine terbaik untukku? Ya!&lt;br /&gt;Tuluskah kamu untuk Clarine? Ya!&lt;br /&gt;Kenapa kamu seyakin itu?&lt;br /&gt;Saya yakin bukan karena hanya saya yang bisa melakukan itu, tapi Clarine juga mampu melakukannya untuk saya. Merpati itu milik Clarine!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Venesia.....perlukah setiap orang harus ke Venesia untuk menemukan yang terbaik bagi dirinya? Tidak!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terus Venesia memiliki daya magis bukan? Keindahan kota Venesia bisa membuat siapa saja terkagum-kagum kepadanya dan memujanya.&lt;br /&gt;Ya, tentu saja!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi apakah setiap orang perlu berkunjung ke Venesia?&lt;br /&gt;Pikirkan sendiri, carilah jawabannya dalam misteri kehidupanmu.&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;SELESAI&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6460735610748174335-7192001083092199351?l=coffee-war.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coffee-war.blogspot.com/feeds/7192001083092199351/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6460735610748174335&amp;postID=7192001083092199351' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6460735610748174335/posts/default/7192001083092199351'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6460735610748174335/posts/default/7192001083092199351'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coffee-war.blogspot.com/2006/12/venesia.html' title='Venesia'/><author><name>Winto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11706719929237688694</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6460735610748174335.post-995584271364674363</id><published>2006-12-31T21:04:00.000+07:00</published><updated>2006-12-31T21:08:07.306+07:00</updated><title type='text'>That’s good for pregnant woman!</title><content type='html'>Telepon genggamku berbunyi pertanda ada pesan yang masuk, “Kamu bisa datang kesini kalau mau karena ada bule yang bisa diajak ngobrol,” kurang lebih begitu isi pesan yang kuterima. Dhani namanya, kawanku yang mengurus pengadaan guru les untuk anak asrama putra di sekolah St. Yusuf Malang yang terkenal juga dengan sebutan Hwa-Ind. Hari ini kebetulan ada kelas &lt;em&gt;conversation&lt;/em&gt; (bahasa Inggris) dan saya diizinkan Dhani untuk nimbrung. Ok, saya terima ajakannya iseng-iseng bisa melatih percakapan dalam bahasa Inggris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu saya tiba di Hwa-Ind, kawan saya itu langsung menyambut saya dan mengarahkan saya ke kelas. Ternyata memang ada seorang bule. Namanya Jules, gadis Australia yang berbadan besar ini menyambut dengan senyum. Di kelas itu juga ada seorang murid yang sedang latihan bercakap-cakap untuk memperdalam kemampuan berbahasa Inggris-nya. Begitu saya mendekati Jules, Jules langsung bereaksi melihat jaket yang saya pakai (jaket saya ada logo “Guinness”, yang merupakan merk bir hitam), “Do you like drink?”, saya hanya menggelengkan kepala. “Guinnes, that’s good for pregnant woman!”. Hah, yang benar saja, saya benar-benar tidak bisa memastikan apakah dia serius atau bercanda, ekspresi wajahnya datar sekali. “Are you sure?”. “Yes, guinness contain a lot of vitamin B”. Wah, kalau memang si Jules benar nanti kalau sudah beristri dan istri saya hamil, saya akan beri Guinness saja. :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jules sudah lumayan lama tinggal di Malang. Jules adalah kawan Dhani semasa dia tinggal di Australia (Dhani sempat tinggal 7 tahun di Australia). Dia mengutarakan pandangan-pandangannya tentang budaya Indonesia yang saat ini mulai tidak dilirik lagi oleh generasi muda. Katanya budaya yang begitu indah seperti ini jangan sampai punah. Ya, Jules benar di Malang tepatnya di daerah Tumpang malah ada seorang bule asal Amerika yang menjadi sinden dan membuka sanggar di sana, namanya Elizabeth Karen. Begitu saya beritahu Jules tentang Elizabeth ini, “There’s an American lady who has stayed here for 10 years and trying to preserve this javanese culture”, reaksi dia malah “I don’t like to listen if the singer is an american!”. Jules ingin menegaskan bahwa dia lebih senang kalau yang nyinden itu adalah orang-orang kita sendiri. Pesan dia adalah mulailah belajar mengenal budaya negeri ini, pelajarilah tari-tariannya, lagu-lagunya dll. Pesan dari Jules ini tentu saja menjadi semacam peringatan dan juga tamparan bagi kita orang Indonesia sendiri yang malah begitu mudahnya menyerap budaya-budaya asing. &lt;em&gt;Conversation&lt;/em&gt; kali ini banyak membahas tentang budaya, jadi kita tidak hanya melatih kemampuan berbahasa Inggris dengan berbasa-basi tapi sekaligus berdiskusi saling mengutarakan pendapat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jules lalu mengajarkan ke kita sebuah lagu dari Australia, tapi dia hanya memetik bagian reff-nya. Dia juga memperagakan gerakan-gerakan yang harus kita ikuti sambil menyanyikan lagu ini.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Give me home among the gumtrees&lt;br /&gt;With lots of plum trees, a sheep or two and a kangaroo.&lt;br /&gt;A clothesline out the back, verandah out the front, and an old rocking chair&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;Kita sampai bergaya seperti kanguru, tapi seru juga karena lagu ini cukup populer katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Jules ingin mengakhiri pertemuan hari ini, Dhani kawan saya menggoda si Jules dengan celetukan yang kurang-lebih bahasa indonesia-nya seperti ini, “Jules ingin menunjukkan pada kalian betapa religiusnya dia dengan masuk ke kapel dan berlutut disana selama 1 jam”, si Jules hanya berkata, “Ow..please!”. Begitulah, kata Dhani di Australia orang-orang sudah mulai meninggalkan agama karena sudah mulai tidak relevan dan tidak memberi solusi atas permasalahan kehidupan yang mereka hadapi, dan Jules termasuk salah satu di antaranya. Wah Jules memang orang yang sangat kritis, dan pertemuan hari ini sangat menambah wawasan.&lt;br /&gt;Thank you miss Jules, i’ll always remember about the vitamin B!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6460735610748174335-995584271364674363?l=coffee-war.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coffee-war.blogspot.com/feeds/995584271364674363/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6460735610748174335&amp;postID=995584271364674363' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6460735610748174335/posts/default/995584271364674363'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6460735610748174335/posts/default/995584271364674363'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coffee-war.blogspot.com/2006/12/thats-good-for-pregnant-woman.html' title='That’s good for pregnant woman!'/><author><name>Winto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11706719929237688694</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6460735610748174335.post-6488422483544254192</id><published>2006-12-31T20:59:00.000+07:00</published><updated>2006-12-31T21:32:43.078+07:00</updated><title type='text'>They need our help</title><content type='html'>Sebelumnya kami sudah pernah bertemu dengan dia, tapi waktu itu pertemuan kami tidak disengaja karena tujuan kami bukan untuk betemu dengan dia melainkan karena ingin melihat area rehabilitasi hewan di Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Petungsewu yang letaknya di Malang namun sedikit keluar dan terletak di dataran tinggi. Saya dan Bayu, teman baik anggota ProFauna, tiba-tiba beralih ke sosok tinggi besar ini karena dia tiba-tiba datang mendekati kami waktu sedang bersantai di kafe. Matanya biru, rambutnya pirang. Namanya Silvio, orang Swedia yang sedang menjadi relawan di PPS Petungsewu dalam waktu 1 bulan kalau tidak salah. Usianya baru 24 tahun. Dia menyapa, “Do I know you before?”, tentu saja kami jawab tidak karena ini pertama kali kita ketemu dengannya. Pertemuan hari ini kita habiskan dengan berfoto bersama saja akhirnya. Bayu kemudian berinisiatif dan mengatur jadwal agar kami bisa bertemu lagi dengan Silvio untuk sekedar mengobrol dan berdiskusi dengannya, karena orang seperti dia pasti memiliki pengalaman yang sangat banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ok, janji sudah diatur, kita bersiap-siap untuk bertemu lagi 11 hari setelah hari pertemuan pertama kali ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kali ini kami datang bertiga dengan tambahan seorang kawan lagi, si Frans. Setelah disambut oleh mbak Eva staf di PPS yang ramah ini, kami diajak duduk santai. Setelah berbincang sejenak, datanglah si narasumber utama, Silvio. Tampaknya dia sedang kena flu, dia menggunakan jaket yang ada penutup kepalanya sambil sedikit menggigil (maklum Petungsewu terletak di dataran tinggi jadi suhunya agak dingin). Begitu ditanya keadaannya oleh mbak Eva, Silvio lalu merespon dengan gaya khas orang barat yang blak-blakan. “There’s someone (maaf)f**k my ass last nigth.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja kami langsung tertawa, tapi kami tahu Silvio hanya bercanda karena perangainya sopan. Awalan yang seru. Kami ingin menggali mengenai daerah asalnya yaitu Swedia, mengenai pekerjaannya, juga mengenai pemikiran-pemikirannya. Oh ya, Silvio oleh orang-orang di PPS namanya diganti menjadi “Solikin”, nama Indonesia. “They call me Solikin,” katanya.&lt;br /&gt;Ayah Silvio adalah seorang warga Italia dan ibunya adalah warga Finlandia, namun mereka berdua akhirnya ke Swedia, tepatnya di kota Lund sampai sekarang. Silvio juga berkata kalau dia adalah siswa ‘bodoh’ di sekolah. Setelah itu dia pergi ke New York dan tinggal selama 1 tahun disana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“I realized how beautiful Sweden is when I came back from New York,” katanya. Ya, New York sangat bising katanya dan jauh berbeda dari Swedia yang benar-benar ramah lingkungan. Disana segalanya didaur ulang, tempat sampah diklasifikasikan berdasarkan jenis sampahnya. Bagi warga Swedia, katanya, bisa bersekolah berapapun usianya dengan biaya nol alias gratis! Oh my god! Kami disarankan agar suatu saat harus melihat Swedia. Saya dan Bayu sangat antusias karena sebelumnya kami sudah pernah membahas tentang budaya dan musik celtic. Meski negaranya Raja Carl XIV Gustaf ini lebih dikenal dengan viking-nya, namun sedikit-banyak menurut informasi masih ada sisa-sisa celticnya, Silvio sendiri tahu sedikit masalah celtic. Tapi entah kapan kami bisa menuju Swedia, kita tetap akan menyimpan mimpi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami lalu masuk mengenai topik yang menjadi alasan utamanya berada di Malang, yaitu tentang perlindungan satwa. Sebelumnya Bayu sempat bertanya mengenai apakah dia vegetarian dan ternyata dia mengamininya. Yang unik alasan Silvio menjadi vegetarian selain karena dia concern terhadap kesejahteraan satwa, dia juga menyatakan dia kagum dengan para biksu buddhis yang ketat berpantang makan daging (biksu mahayana). “I’m christian-buddhist, but sometimes atheist.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sini kami dapat mengambil kesimpulan kalau negara-negara barat tidak pernah sama sekali mempermasalahkan agama dalam hidupnya, KTP-nya, apalagi yang namanya konflik agama. Mereka sudah berbeda dari yang dulu-dulu. Pemikiran orang-orang barat sangat terbuka.&lt;br /&gt;Di Indonesia, kalau saya sembarangan berkata bahwa saya atheis mungkin saya sudah dipenggal, dicap komunis, bahkan anak-cucu saya akan mendapatkan perlakuan diskriminatif seolah-olah dihilangkan haknya untuk hidup di negara ini. Padahal mereka ber-Tuhan semua, nah lihatlah paradoksnya negara yang kita cintai ini. Kami bertiga semua beda agama-beda suku, di KTP saya tercantum Buddha-Makassar tulen, Bayu Islam-Jawa seperempat Madura tulen, Frans Kristen-Batak tulen, tapi kami semua tidak pernah berkonflik hanya karena persoalan agama. Bahkan kami bisa saling meledek dan bercanda tentang agama-agama itu, juga tentang suku-suku yang melekat pada kami. Misalnya saya sering meledek Bayu dengan memberi barang selalu dengan tangan kiri tanpa permisi dulu, Frans meledek saya dengan memanggil turunan Om Liem saya juga balas dia dengan memanggil turunan Bang Ollo Panggabean, semua dalam suasana bercanda. Tidak sekedar meledek, saya juga diajarkan Bayu aksara Jawa, kromo inggil dan tata krama Jawa. Dari Frans saya dapat sedikit bahasa Batak, pengetahuan mengenai silsilah marga, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya merasa cukup beruntung bertemu dengan orang-orang yang sudah terbebas dari hanya sekedar memuja simbol-simbol agama tanpa tahu maknanya. Bayu sendiri dengan terang-terangan berkata kepada Silvio kalau dia senang makan daging babi (tapi sekarang dia jadi vegetarian yang hebat), karena tadi Silvio sempat menyinggung masalah makanan di Swedia yang menggunakan pork katanya. Mbak Eva yang dari tadi menemani kita ngobrol hanya terdiam dan mungkin sedikit kaget dengan isi otak kami. :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Silvio bercita-cita untuk bekerja total untuk pelestarian satwa. “They need our help,” tegasnya. Wah, hebat juga, kita saja untuk peduli sesama manusia sulitnya minta ampun tapi ini ada orang yang mau peduli terhadap satwa yang tidak akan pernah mengenal dan berterima kasih kepada penolongnya. Lompatan pemikiran, ketulusan dan cita-cita mereka memang luar biasa jauh dibandingkan kita di Indonesia yang masih sangat ketinggalan, namun bukan berarti tidak ada yang berpikiran maju (buktinya ada kelompok-kelompok pelestari satwa ini meski dalam jumlah yang masih kecil, tapi mereka terus berkembang karena konsisten). Saya tidak mengagung-agungkan kebudayaan barat dan mendiskreditkan Indonesia, tidak semua kebudayaan barat juga cocok untuk diterapkan, tapi menurut saya yang patut diambil adalah etos kerja mereka yang luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembicaraan yang hangat itu begitu mengalir sehingga tidak terasa adzan maghrib sudah berkumandang. Matahari sudah hampir tenggelam, Silvio juga ingin beristirahat. Sebelum kami pergi dia juga berkata kalau dia mempraktekkan meditasi kuan-yin (hmm...meditasi apa ini?).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak pelajaran yang bisa saya petik dari pertemuan dengan Silvio. Totalitas orang barat sering membuat saya terkagum-kagum. Ada orang barat yang menjadi sinden di Jawa. Di Bali banyak yang mendirikan sanggar untuk melestarikan budaya Bali. Soal buku, jangan ditanyakan lagi banyaknya ragam kebudayaan kita yang ditulis oleh penulis barat melalui penelitian (tanpa bermaksud mendiskreditkan penulis-penulis kita yang kontribusinya tentu tidak boleh dipandang sebelah mata). Saya pernah lihat buku “Manusia Bugis” yang ditulis oleh orang Prancis (namanya lupa). Dalam menulis bukunya itu dia tinggal bersama-sama dengan orang Bugis selama puluhan tahun, ada lagi buku “Pribadi dan Masyarakat di Jawa” oleh Niels Mulder (bukunya si Bayu). Belum lagi kalau melihat para kru National Geographic. Kadang saya berpikir apa ya motivasi kuat dibalik segala totalitas mereka? Keinginan Silvio untuk bekerja diluar jalur mainstream dan sangat tidak populer di jalur kesejahteraan satwa sungguh pilihan yang berani bagi otak Indonesia kami yang tidak terbiasa dengan hal-hal demikian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami pulang sambil tetap menjaga mimpi suatu saat kelak Indonesia bisa menjadi sebuah negara yang maju, memiliki SDM yang berkualitas, menghargai kehidupan manusia dan satwanya serta selalu melestarikan lingkungan. Tak lupa ke Swedia. Mimpi ini akan terus kami pelihara dan entah kapan bisa terwujud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai ketemu di Swedia, Silvio!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6460735610748174335-6488422483544254192?l=coffee-war.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coffee-war.blogspot.com/feeds/6488422483544254192/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6460735610748174335&amp;postID=6488422483544254192' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6460735610748174335/posts/default/6488422483544254192'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6460735610748174335/posts/default/6488422483544254192'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coffee-war.blogspot.com/2006/12/sebelumnya-kami-sudah-pernah-bertemu.html' title='They need our help'/><author><name>Winto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11706719929237688694</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
